Minggu, 08 Agustus 2010

Banjarmasin yang sarat akan pembukaan lahan


Banjarmasin atau yang sering disebut "City of a thousand rivers in South Kalimantan". Kota Banjarmasin merupakan ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin dibelah oleh sungai Martapura dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan.
Banyaknya sungai yang ada di kota Banjarmasin ini diimbangi dengan keberadaan hutannya yang lebat. Tapi sayang sekarang hutan-hutannya banyak menghilang akibat penebangan liar, pembukaan lahan dan pembangunan properti.
Akibat penggundulan hutan ini, menyebabkan kondisi alam di Banjarmasin kurang stabil. Air sungai yang sering meluap hingga banjir karena kurangnya daerah serapan air.
Dua tahun meninggalkan Banjarmasin untuk menimba ilmu di pulau Jawa menyebabkan saya terkaget-kaget ketika menjajakkan kaki lagi di tanah Bumi Lambung Mangkurat ini. Hawanya yang benar-benar panas, banjir yang melanda beberapa daerah (khususnya daerah sungai Danau), hutannya yang makin sedikit (terlihat ketika saya sedang berada di dalam pesawat yang ingin mendarat di Banjarmasin) dan Pembukaan lahan tapi ditinggalkan begitu saja (ga bertanggung jawab amir duehh...).
Dan yang paling menyebalkan, saya harus berjalan kaki sekitar 5 km masuk hutan untuk mendapat spot mancing yang agak nyaman. tapi yang lebih ngeselin lagi adalah saya harus berjemur terik matahari ketika menunggu umpan dimakan ikan, padahal dulu saya bisa berteduh di bawah pohon.