Jumat, 07 Januari 2011

Aku itu………?????


Aku adalah aku, sesosok manusia berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan pada tanggal 7 April 1991 hari Minggu sore di sebuah rumah sakit bernama Sari Mulia. Terlahir sebagai anak pertama dan terakhir dari rahim seorang ibu secara normal dengan panjang tubuh 52 cm dan berat 3,7 kg. Bernasib sebagai anak tunggal memiliki kekurangan dan kelebihan. Beberapa kekurangannya ialah diprotect abis2an, ga terlalu bebas, kesepian, jadi agak kuper, kalo ada apa2 di rumah pasti dijadiin tersangka utama. Kelebihannya adalah ga perlu bagi2 kasih sayang ama saudara (kan gak punya ya haha….), selalu jadi yang utama, kemana-mana dianter, dibeliin macem-macem, dll.
Masa kecil dihabiskan di kota kelahiran bernama Banjarmasin, kota yang sangat kucintai. Bersekolah di TK Katolik Gembira RK Ilir saat berumur 4,5 tahun dan hanya 1 tahun, kemudian langsung lanjut ke SD Katolik Marsudi Wiyata saat berumur 5,5 tahun dan dapat diselesaikan dengan baik serta lulus pada tahun 2002. Lalu dilanjutkan ke SMP Katolik Santa Angela, juga diselesaikan dengan sangat baik dan lulus pada tahun 2005, lanjut lagi ke SMA Katolik Frater Don Bosco dan lulus pada tahun 2008, lalu disinilah aku sekarang, mahasiswa angkatan 2008 berkuliah di Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
Karier pendidikan, saat kelas 2 SMP mengikuti lomba cerdas cermat SMP tingkat provinsi dan bersyukur dapat memperoleh juara 2, dan sangat bersyukur sekali saat SMP, dapat predikat sebagai lulusan terbaik SMP Santa Angela dengan juara umum 1, saat SMA mengikuti lomba cerdas cermat tingkat kotamadya dan harus puas dengan juara harapan 1 hahahaha…..
Karier berorganisasi, saat SMP kelas 1 menjabat sebagai anggota sie Organisasi Sosial dan Politik dalam tubuh OSIS, kelas 2 SMP kembali menjabat sebagai Ketua Osis dan satu hal lucu, walau sudah kelas 3 SMP tetap diberi kehormatan untuk duduk sebagai wakil ketua OSIS. SMA, sama sekali tidak berminat untuk terjun dalam tubuh OSIS lagi dan lebih aktif sebagai bendahara kelas selama 2 tahun berturut-turut dan wakil ketua kelas saat duduk di kelas 3 SMA serta aktif Ekskul Basket dan PMR SMA Fr. Don Bosco Banjarmasin. Saat berkuliah di Fakultas Biologi, tahun pertama menjabat sebagai Bendahara KEKW FB dan turut aktif dalam kepanitiaan (Biocare, PIM, Konservasi dan keaneragaman Hayati Merbabu, Natal, dan Paskah), tahun kedua kuliah berkesempatan menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Biologi, dan tahun Ketiga sebagai Kepala Bidang Humanistic Skill Senat Mahasiswa Universitas.
Sekilas penilaian terhadap diriku sendiri, memiliki watak keras kepala, pekerja keras, cuek, egois tingkat tinggi, pelit, mudah frustrasi, pemalu (ihirr), sulit memaafkan orang lain, suka memaksakan kehendak, pemarah, tidak sabaran, berhati-hati dalam bertindak, tidak banyak bicara, dan tidak pandai berargumen hahahahaha…….
Aku orang yang tidak mungkin mempercayai orang 100%, jangankan orang terdekat, orang tua sekalipun tidak sepenuhnya aku percayai,  karena 1 hal yang kuyakini tidak ada suatu hal pun yang benar-benar jujur di dunia ini. Tapi sungguh kusadari ada 1 kekurangan dari sifat ini, yaitu rasa was-was  setiap saat, sangat sulit untuk tenang dan tidur nyenyak haha….
Cinta, apa itu cinta?? Setiap orang punya pendiskripsiannya masing-masing. Tapi yang masih aku terima adalah pendapat dari seorang dosen kesayanganku bernama Eyang Narto bahwa cinta itu harus menerima dan memberi. Oleh karena itu juga, saya menolak mentah-mentah istilah “cinta pada pandangan pertama”. Menurut saya, seseorang baru dapat sungguh-sungguh mencintai bila ia sudah benar-benar mengenal objeknya secara sehat. So, cinta membutuhkan proses yang tidak pendek menurutku, step by step, perlahan-lahan, karena mengenali sebuah objek bukanlah sesuatu yang mudah dan instan.
Menjunjung tinggi privasi, ya itulah aku. Aku tidak suka menggembar-gemborkan apa yang terjadi dalam hidupku. Kalo sesuatu yang tidak terlalu penting mungkin masih bisa diceritakan pada orang terdekat untuk sedikit mengurangi beban. Tapi satu hal yang pasti, jangan sampai mencampuri urusan orang lain, karena yang saya yakini juga bahwa setiap orang pasti memiliki jalan keluarnya masing-masing terhadap masalah yang dihadapinya, tugas kita hanyalah memberinya semangat, dukungan dan pertimbangan.
Hanya itu yang bisa tertulis dan saya beri tahu bahwa ini hanya penilaian subjektif aku pribadi, aku yakin dan percaya bahwa orang-orang di sekitar yang pernah mengenal dan saat ini bersamaku mungkin memiliki penilaiannya masing-masing terhadap aku. Tapi satu hal yang perlu ditekankan adalah hanya kamu sendiri dan Tuhanlah yang benar-benar mengenal pribadimu. So, be your self hahay ^_^

By. Rachel Fitria
Di rumahku tercinta, Banjarbaru
02 Januari 2011

Sabtu, 01 Januari 2011

Pendapatku Tentang Mereka


Menurut Santo (2008), persahabatan merupakan hubungan akrab antara 2 orang atau lebih yang intens, dapat saling bertukar pikiran, selalu ada dalam kondisi apapun, mampu memberi maupun menerima, mengerti kelebihan dan kekurangan. Persahabatan lebih special daripada hanya sekedar pertemanan.

Yuwinda Lilyana (21 Juli 1990), seorang yang ku kenal sejak SD, sempat bermusuhan selama 2 tahun, kemudian berteman lagi. Situasi yang konyol saat itu. Musuhan cuma karena buku doank, dan temenannya cuma gara-gara main balap-balapan mobil di timezone huahahahahaha…. Persahabatan mulai intens sejak SMA. Sama-sama bersekolah di sekolah swasta favorit se-Banjarmasin (Fr. Don Bosco), sama-sama terjun dalam ekskul yang sama (Basket dan PMR). Tiap hari pulang dan pergi sekolah selalu bareng walau beda kelas J. Yuwinda, anak bungsu dari empat bersaudara, dan keempatnya adalah cewek. Konon, kata maminya winda juga sih, waktu hamil si Winda ini, ngarepnya dapet anak cowok, eh taunya malah cewek lagi, jadilah winda ini anak yang tomboy ampun-ampunan. Kelakuannya yang tomboy membuat orang-orang di lingkungan sekitar segan padanya. Winda merupakan cewek tomboy yang keras, tanpa kompromi, pemarah, tak sabaran, terkesan tak peduli tapi gak tegaan, dermawan, sangat sayang pada mamanya. Aku masih ingat salah satu mimpinya yang pernah dia utarakan yaitu membangun sebuah rumah penampungan untuk anak-anak jalanan dan gelandangan. Hobinya yang gak bisa ditinggalin adalah modif motor, jalan-jalan plus balapan. Gak terhitung brapa tuh duitnya habis buat modif motor itu. Dia punya banyak sekali teman dari kalangan anak jalanan hingga yang high class sekalipun, orang yang sangat mudah bergaul menurutku, hal yang ini sangat bertolak belakang denganku yang pendiam J. Kehidupannya berubah total saat dia memutuskan menjadi seorang Kristen, hidupnya seakan lebih tenang, smooth, mulai meninggalkan obat2an dan rokok, mulai agak sabaran, kelakuannya yang boros ampun-ampunan itu sudah bisa ia kendalikan dengan baik. Setelah mulai jadi pengikut Kristus, tiap hari ia selalu bercerita tentang firman-firman Tuhan dan mengajak ke acara KKR dan sejenisnya itulah. Hmm… satu hal yang positif, ketimbang dia ngebut-ngebutan di jalan mending dia ngebut-ngebutan nyari Tuhan hahaha…

Jily Gavrila Sompie (28 Maret 1991), wanita yang kukenal saat berada di bangku kuliah. Penilaian pertama saat melihat cewek ini, cerewetnya ampun-ampunan, kalo denger suaranya rasanya kepala mau pecah, kecentilan pula, selalu feminim pake selop-selop gitu deh hahaha… tapi satu hal yang benar-benar kusuka dari dia ialah, dia mau kerja keras bareng, sangat aktif, gak bisa berdiam diri, antusiasme nya tinggi, ceria sekali, dan sangat berinisiatif. Tapi cerewetnya ini yang sampai sekarang sering membuatku lelah hahahaha…. Keras kepala, memiliki sifat yang sangat mempertahankan pendapat, sungguh melatihku untuk kritis dan berpikir lebih strategis untuk mematahkan pendapatnya J, thanks jil!! (peace). Masih terekam jelas diingatanku, saat aku ingin menghindar, justru jadi selalu bersama, saat praktikum dan kerja kelompok, padahal sudah diundi coba, pake macam-macam cara ngundi yaaa tetep satu kelompok dengan jily trus haahahaha….. (salah satu hal yang membuat Tri selalu menertawakanku). Thanks buat semua jil, luph u full dah….

Tri Kurnia Kristiani Waruwu (27 Juli 1990), wanita melankolis menurutku, dulu sangat terlihat kalo dia masih asik dengan dunianya sendiri. Sangat jujur dalam mengungkapkan perasaan, lembut sekali, terkadang kalimat bijak keluar dari mulutnya, agak pemalas, suka tidur dimana-mana. Terkadang dia malas mengikuti anomali aktivitas karena lebih memilih tidur hufftt…… Tapi aku melihat perkembangan luar biasa saat dia terjun dalam sebuah organisasi Kemahasiswaan, gaya berpikirnya banyak mengalami perubahan, gaya bicaranya lebih terstruktur dan berdasar, pembawaannya lebih tegas, dan tidak mudah goyah, yah itu yang dapat kulihat. Perkembangan positif menurutku, bersyukur dapat bersama dengannya, aku dapat belajar untuk mencoba menekan ego, lebih ingat dan sadar akan batas-batas diri, mengajarkan aku untuk bepikir juga tentang cinta hahaha….. love u triii……
Bersyukur dapat mengenal winda, yang mengenalkanku pada pahit dan manisnya kehidupan jalanan serta hitam putihnya dunia pergaulan, sehingga aku lebih mawas diri. Bersyukur bertemu dengan jily, yang mengajarkanku bahwa hidup ini harus dihadapi dengan senyum, tak usah berlama-lama dalam kesedihan yang tak jelas. Bersyukur juga dapat bersahabat dengan seorang tri, yang selalu mengingatkan aku tentang kapasitas dan membatasi diri juga menjaga alur sepak terjang kita J.

Seorang sahabat terlihat sempurna saat ia menerima kekurangan kita dan menjadi begitu sangat berarti, saat ia dapat menghapus air mata dan mengubahnya menjadi senyum kebahagiaan


By. Rachel Fitria
Ngetik sambil menunggu pergantian tahun tiba
31 Desember 2010 di Rumah Banjarbaru

Kenangan Masa Lalu yang Tak Mungkin Terlupa


(We came to this world with nothing, but to God we are something, He wants to share with us everything, because He love us more than anything)
Tak terasa tahun 2010 berlalu sudah, banyak kenangan yang bahagia, susah, sedih, konflik, dan lain sebagainya sudah terlewati. Bersyukur pada Tuhan yang memberikan warna dalam hidup ini. Sangat singkat rasanya tahun 2010 ini, sampai kejadian-kejadian pada tahun 2010 ini masih terekan jelas dalam ingatan saya.
Malam tahun baru ketika memasuki tahun 2010 ini saya lalui di rumah tercinta, tidak terlalu istimewa, karena dilewati seperti tahun-tahun sebelumya, berkumpul bersama keluarga, makan bersama, bergadang sambil ngobrol, minum arak/ ciu, dan satu hal yang paling saya ingat, pada awal tahun 2010 ini, saya tidak berdoa maupun memanjatkan pengharapan-pengharapan seperti orang pada umumnya, saya hanya ingin tahun 2010 lebih baik dari tahun sebelumnya, that’s it!!

Tahun 2010 merupakan tahun dimana saya masih menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Biologi. Tahun 2010 adalah saat-saat puncaknya semua kegiatan senat mahasiswa berjalan, tidak terhitung berapa banyak waktu, pikiran, tenaga yang tercurah untuk program-program ini. Ada saat-saat saya mengeluh karena lelah, tertekan dan lain sebagainya, namun untung dapat terlewat dengan baik berkat bantuan Tuhan dan teman-teman yang selalu setia menemani dan membantu dalam segala hal. Satu hal yang tak terlupa, pada saat itu sama sekali tak ada waktu saya untuk jalan-jalan apalagi naik gunung ha..ha…ha….
April 2010, bulan yang sungguh luar biasa menurut saya, nyebur ke kolam gedung C karena berkurangnya satu tahu kontrak saya di dunia. Pulang kedinginan karena celana basah, kulit gatal-gatal karena air kolam yang ga tau uda berapa lama kagak dikuras hahaha… Pada semester ini juga saya mengambil mata kuliah Evolusi yang membuat pola berpikir saya berubah tentang evolusi, berkat seorang dosen yang dapat menjelaskan konsep-konsep evolusi secara terstruktur, terarah dan tajam, saya jadi sangat mencintai evolusi (www.evolusiindonesia.com). Pada bulan ini juga, ada kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa yang diikuti dari berbagai fakultas di Universitas dan berbagai Perguruan Tinggi di Kota Salatiga. Kami dari fakultas pun tidak ketinggalan mengikuti ajang olahraga ini, dengan keterbatasan kuantitas mahasiswa kami tetap berusaha memperjuangkan proposal pendelegasian dan mengutus sekian jumlah mahasiswa dari fakultas untuk mengikuti kegiatan ini. Tapi satu hal yang sungguh sampai sekarang saya tidak mengerti atau saya memang tidak mau mengerti, pada saat saya memperjuangkan proposal pendelegasian, hal yang kami dapati adalah kami diremehkan, dipandang sebelah mata, dan saya benar-benar masih sangat ingat, saya mendapati bahwa saya menangis dalam rapat legislatif diperluas mengenai masalah POM ini. Saya merasa tidak dapat melayani mahasiswa sebagaimana mestinya karena memang hanya itu batas kemampuan saya dan saya benar-benar heran saat itu, wajah mereka yang hadir dalam rapat itu SEBAGIAN masih dapat tertawa dan anteng-anteng saja. Gileee… gue uda sampe nangis-nangis gitu loh hahahaha….. asli konyol bangetttt!!! Tapi yang saya wajib syukuri, proposal yang saya dan teman-teman senat perjuangkan membuahkan hasil, kami memenangi beberapa kejuaraan (daripada ga ada sama sekali haha….) dan saya cuma bisa tertawa saja ketika sudah setengah tahun berlalu ada yang menanyakan prestasi yang kami dapat padahal kemaren-kemaren diremehin.
Awal Mei 2010, masih terekam jelas dalam ingatan saya, ada beberapa mahasiswa luar pulau Jawa datang dan dengan mata berkaca-kaca “curhat” tentang keadaan mereka. Saat itu sungguh darah saya seakan mendidih curhatan mereka begitu juga kedua teman saya yang juga bersama saya saat itu. Setelah mendengar dari mereka, mulai mencari-cari bukti dan berjuang untuk mereka. Tak terhitung berapa air mata, sumpah serapah, tenaga, pikiran, waktu yang tercurah untuk tragedi ini. Dan kembali bersyukur masalah ini dapat diselesaikan dan hanya bisa bilang “Jangan Marah/ Kecewa pada Orang yang Tidak Tahu/ Mengerti”. Lebih baik tidak perlu banyak bicara omong kosong dan act saja. Saya membaca sebuah buku tentang kepemimpinan kristen, dan disitu tertulis “yang terpenting bukan pandangan manusia yang seringkali menjatuhkan, melainkan pandangan Tuhan yang akan selalu menyambut diri kita dengan penuh suka cita. Karena bukan apa kata manusia yang penting, tapi apa kata Tuhan, itulah yang terpenting”. Kalimat yang sebenarnya cukup membuat saya bingung, gimana coba caranya tahu apa kata Tuhan? Tuhan datang dalam mimpi, trus kasih tau gitu? Hahaha (nalar saya gak nyampe kali ya….). tapi dalam kasus saya tadi, saya hanya berpegang teguh pada satu kata yaitu kebenaran. Mau dicaci maki kek, dipelototin sampai mata tu orang keluar kek, dicemooh kek, atau apapun lah yang mereka lakukan, saya dan sahabat-sahabat saya yang selalu menguatkan hanya bisa bertahan dan tetap maju, hajar trus yang penting bener haha, peduli amat lah….
Masalah hampir selesai baru kerasa banget lelahnya, plus pake acara masuk rumah sakit segala pula. Asli kapok dah, masuk RS dalam keadaan tidak sadarkan diri, piye yoh cara kak Elin, Tri n Jil ngebawa ke RSnya huahahahaha (thanks sob)…. Sudah tak sadarkan diri, rambut pada rontok (untung gak sampe botak) karena suhu tubuh yang tinggi, infus yang dipasang bikin nyeri, ambil darah tiap hari yang bikin saya harus berkutat dengan jarum-jarum suntik itu, oh no!! tiap malam suhu tubuh gak jelas plus frustrate karena tiap besok paginya harus berhadapan dengan jarum suntik, again and again, aarggghhhh…… masih kebayang muka Tri yang juga pucat kalo suster masuk mau ambil darah dan saya masih tidak berterima kalau manusia yang namanya Jily itu malah ngetawain!!!
Keluar dari rumah sakit, diboyong orang tua pulang, disuruh istirahat total, eh gak dinyana, malah gentian dapat kabar jily masuk rumah sakit trus gak lama kemudian si Tri lagi yang sakit, ampun dah, tapi sungguh disesalkan saya tidak bisa menemani dan membantu mereka apa-apa (sorry sista hehe).
Setelah liburan yang cukup panjang, kembali lagi aktif di kampus, kali ini ada di Senat Mahasiswa aras Universitas, bertemu dengan teman-teman baru memulai segala sesuatunya dengan kerja keras. Di aras ini memang lebih banyak tantangannya, hal-hal yang prinsipil dikritisi dan tidak ada kompromi sama sekali. Di sini saya menjadi lebih disiplin dan gara-gara pak Ketu saya jadi ikut-ikutan tertular agak strict dengan aturan-aturan, cenderung kaku memang tapi lama kelamaan jadi lebih nyaman dijalani karena sesuai rel-nya.
Tahun yang sungguh luar biasa, Tuhan benar-benar membuat rencana yang sangat indah dalam hidup saya. Saya dapat melihat dan membuktikan mana yang benar-benar sahabat, saya diberi kesempatan untuk berkonflik sehingga saya lebih kuat dan mulai membangun mental teri saya hahaha…. Mendapat teman-teman baru, berkesempatan mendapat sakit, berkesempatan dapat menangis di depan umum pula huahahahahha…….. Great year.
Terima kasih untuk tahun 2010 yang penuh dinamika. Kalo memulai tahun 2010 kemaren tanpa doa dan tidak membuat pengharapan maka di tahun 2011 yang akan dijalani ini bolehlah saya berdoa dan memanjatkan pengharapan-pengharapan hahaha….. tentu tidak lupa semoga Tuhan memberkati segala upaya-upaya saya dalam mewujudkan pengharapan itu.


“Tulis rencanamu dengan pensil. Tapi, berikan penghapusnya pada Tuhan. Ia akan menghapus rencana kita yang salah. Percayalah kepada-Nya, karena Ia selalu beri yang terbaik bagi kita”

By. Rachel Fitria
Ngetik sambil ngantuk karena bergadang
1 Januari 2011 di Rumah Banjarbaru

Catatan Liburan Akhir Tahun (23-31 Desember 2010)


“Libur telah tiba….libur telah tiba… hatiku gembira….”. cuplikan lagu tasya yang saya lupa judulnya apa hehe…. Tapi selalu saya ingat teksnya yang bagian ini. Memenuhi panggilan para keponakan dan sepupu yang meminta saya pulang ke Samarinda setelah tiga tahun tidak berkumpul bersama mereka.
Di sinilah saya sekarang, Airport Ahmad Yani Semarang, tertanggal 23 Desember, pukul 09.00 WIB berdiri di depan counter boarding sebuah maskapai penerbangan. Setelah sebelumnya berangkat dari Salatiga pukul 06.30 WIB karena takut terjadi macet maka berangkat agak pagian dan tak disangka jalanan mulus tanpa macet sedikitpun, singgah sebentar ke sebuah pusat perbelanjaan oleh-oleh di Semarang, langsung meluncur ke Airport. Sampai di depan sebuah counter untuk boarding, mata langsung tertuju pada sebuah kertas yang tertempel di tiang dekat counter bertuliskan “Boarding dan Baggage dilayani 2 jam sebelum keberangkatan”. Duh, habislah, mana ini baru jam 09.00 WIB pula, padahal sudah disms oleh pihak maskapai bahwa karena persoalan teknis maka keberangkatan ditunda hingga pukul 11.55 WIB dari sebelumnya yang pukul 10.55 WIB. Wah berarti kalau berangkatnya 11.55 WIB, counter boardingnya baru buka pukul 09.55 WIB donk, gile mengingat barang yang dibawa cukup banyak maka tidak berani beranjak kemana-mana selain berdiri (ga ada tempat duduk, pengen lesehan tapi tengsin euy haha…) sambil menunggu counternya buka. Counter buka sekitar pukul 10.00 WIB, langsung boarding dengan urutan pertama, karena sudah lelah berdiri dan pengen banget duduk di kursi ruang tunggu yang empuk. Yap, boarding selesai, baggage juga selesai diurus, saatnya menuju ruang tunggu untuk duduk dengan nyaman, membuang kebosanan menunggu dengan nelpon teman-teman, sms-an, facebook-an, sampai jam menunjukkan pukul 12.05 WIB, lha kok ini belum berangkat-berangkat juga yak?? Penasaran lalu berdiri dan berjalan ke arah monitor jadwal keberangkatan, buset keberangkatan diundur ampe pukul 13.00 WIB, mamah nelpon pula karena sudah menunggu di Airport Banjarmasin. Akhirnya cuma bisa bilang, “duh mam, keberangkatannya delay hehe…”.
Tanggal 23 Desember 2010, pukul 15.30 WITA menginjakkan kaki di Airport Banjarmasin. Huahhh akhirnya sampai juga, nunggu barang keluar dari bagasi, sip, keluar dari ruang tunggu bagasi, melihat mamah and tante sudah menunggu. Pulang rumahhhhh hahahaha… bongkar-bongkar barang, keluarin oleh-oleh, packing lagi untuk keberangkatan esok hari.
Tanggal 24 Desember 2010, pukul 12.30 WITA, sudah berada di Airport Syamsudin Noor untuk menuju Balikpapan. Kali ini langsung boarding dan duduk santai bersama mamah, papah dan tante di ruang keberangkatan. Keberangkatan terjadwal pukul 14.35 WITA, tapi kemudian ada pengumuman bahwa keberangkatan ditunda sampai pukul 15.30 WITA, aduh mak delay againnn……
Pukul 16.30 WITA, tiba di Airport Sepinggan Balikpapan, segera menuju Samarinda dengan perjalanan darat selama 3 jam. Pukul 19.45 WITA tiba di Samarinda Kota Tepian. Langsung menuju restaurant favorit di tepian Kota Samarinda, “Rumah Makan Kenari”, makan Kepiting Asam Manis huahahahaha, menghabiskan malam natal bersama pemilik restaurant yang sudah lama tidak bertemu…….
25 Desember 2010, pagi hari yang cerah, pergi ibadah dulu, pulang langsung menuju makam oma. Pukul 12.00 WITA, makan siang dan langsung menuju ke sebuah kecamatan tempat kelahiran mama yaitu “Muara Kaman”, sebelumnya singgah dulu di Tenggarong kabupaten Kutai Kertanegara. 

Perjalanan darat selama nyaris 4 jam sungguh menyiksa haha… sekarang banyak sekali proyek-proyek (pertambangan dan perkebunan) khususnya batu bara dan kelapa sawit. Truk-truk besar yang keluar masuk daerah proyek membuat tekstur aspal jadi rapuh, membuat aspal retak sana-sini, malah ada sebagian jalan yang longsor membuat mobil yang ditumpangi bergetar dan goyang-goyang keluar masuk lubang jalanan. Perjalanan yang dulu dapat ditempuh hanya dalam waktu 2,5 jam sekarang sudah menjadi nyaris 4 jam!
Sampai di rumah, istirahat sebentar karena perjalanan tadi cukup membuat encok haha… malam harinya, keponakan-keponakan dan sepupu-sepupu sudah berkumpul di rumah untuk makan malam bersama, dan benar-benar deh, mereka tidak lupa menagih oleh-oleh (mereka kangen ama gue atau oleh-olehnya sih).
26 Desember 2010, malam pertandingan sepakbola TimNas Indonesia melawan TimNas Malaysia di Stadion Bukit Djalil, Kuala Lumpur. Nonton bersama keluarga besar, teriak-teriak gak jelas, sumpah serapah keluar gak beraturan haha, moment tak terlupakan, walau TimNas Indonesia harus kalah 3-0 dari Malaysia, ga papa lah, yang penting nasionalisme jalan haha..
27 Desember 2010, it’s time to jalan-jalan hahah… karena ini desa, gak ada agenda menuju mall ato sejenisnya tapi ke kebun! Haha… siap-siap pake lotion anti nyamuk! Kebetulan ne kebun punya tante, ada kolam ikannya juga. Petik nanas, gali ubi, mancing ikan, haha surga dunia, gak peduli kulit yang menggosong terbakar sinar matahari.

28 Desember 2010, hujan lebat mengguyur pagi hari itu, padahal pagi itu ada rencana mau ke rumah sepupu di “Bukit Jering” menyeberangi Sungai Mahakam. Akhirnya ditunda, berangkat siang deh jadinya, setelah hujan reda. Perjalanan melintasi Mahakam menggunakan perahu dengan ketinting, digoyang-goyang ombak Mahakam selama 2 jam, haha syahduuuuu…. Memancing di Mahakam, dapet udang haha…

29 Desember 2010, malam Final kedua Indo vs Malay di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kembali menonton bersama keluarga besar huahaha... menang 2-1, tapi tetep gak bisa menutup kekalahan di final pertama, akhirnya harus merelakan piala Suzuki AFF tahun ini jatuh ke tangan Malaysia.
30 Desember 2010, bersiap-siap kembali ke kota kelahiran saya yaitu Banjarmasin Kota Bungas. Berangkat pukul 07.00 WITA dari Muara Kaman dan tiba di Samarinda pukul 11.00 WITA. Kali ini menumpang bus antar provinsi (Samarinda-Banjarmasin), memakan waktu hingga 18 jam (11.30 – 05.30 WITA). Langsung tidurrrr lagi begitu sampai di rumah.


31 Desember 2010, Begitu bangun dari tidur langsung mempersiapkan acara malam tahun baru. Bantu nyicipin masakan wakakakak… Tak lupa tepat pukul 12.00 WITA, berdoa dan memanjatkan pengharapan-pengharapan.





Orang yang ingin berbahagia tidak harus memiliki sesuatu yang terbaik. Tapi yang berbahagia adalah mereka yang berusaha membuat segala sesuatu menjadi lebih baik


By. Rachel Fitria
Ngetik saat mercon2 meledak di langit
1 Januari 2011 di Rumah Banjarbaru