Kadang ada yang tak dapat terungkapkan lewat kata namun terlukis dalam goresan pena
Sabtu, 31 Desember 2011
Jumat, 23 Desember 2011
Liburan Akhir Tahun 2011 (Part 1)
Satu semester berlalu sudah dengan tugas yang bertumpuk di akhir semester ini. Selama kurang lebih 2 minggu saya berkutat dengan laporan praktikum, test akhir semester, tugas mandiri dan laporan kerja praktek. Tiap malam harus bergadang hingga subuh, sampai hafal azan subuh rasanya. Dengan segala kejenuhan yang ada, saya masih sempat-sempatnya mengatur trip saya untuk berlibur ke Yogyakarta dengan menghubungi teman yang tinggal di sana mengingat saya berencana untuk menginap beberapa hari di Yogya untuk mengeksplore sedikit tentang kota ini sehingga saya membutuhkan akomodasi lagipula saya mengadakan perjalanan dari Salatiga seorang diri.
Tibalah saatnya, hari Jumat pagi dengan setengah berlari saya menuju kampus untuk mengejar tanda tangan dosen saya untuk laporan kerja praktek, kemudian saya menuju rumah dosen saya untuk mengumpulkan tugas akhir semester. Akhirnyaaaaa….. tugas-tugas itu selesai juga semuanya, segera saya kembali ke kost dan mulai packing karena akan menginap kurang lebih 4 hari di Yogyakarta. Saya menggunakan jasa travel pagi itu, dengan alasan jujur bahwa saya takut sendirian naik bus salatiga-yogya karena takut copet, takut dikerjain orang, takut ketiduran, mengingat saya kurang tidur beberapa hari sebelumnya. Jadilah saya menggunakan jasa travel, dijemput di kost, kemudian dapat tidur sepuasnya dan diantar hingga tempat tujuan. Sesampai di rumah teman, saya langsung bersiap-siap untuk jeng-jeng. Tujuan hari pertama tidak terlalu jauh mengingat kondisi tubuh saya yang kurang prima karena kurang tidur dan jetlag, jadi hari pertama hanya kami habiskan dengan berkunjung ke salah satu mall (itupun karena mall tersebut tepat berada di seberang rumah teman) dan menonton film “Breaking dawn” di XXI, kemudian malamnya kami mencoba dinner di House of Raminten.
House of Raminten, tempat makan sekaligus nongkrong yang cukup unik. Tempat ini terletak di areal kotabaru dengan design tempat yang unik, diselingi dengan lagu-lagu khas Jawa dan aroma therapy alias menyan. Bunga-bunga dalam tempayan seperti sesajen terletak di setiap sudut tempat menambah aura kemistisan tempat makan ini apalagi bila malam hari. Makanan yang disuguhkan pun cukup terjangkau harganya dan menu angkringan ada di sini. Mulai dari Sego kucing hingga burger ada di sini dan jangan ditanya mengenai porsinya. Porsi makanan di sini cukup banyak, bayangkan untuk yang memesan double, doublenya itu saya nilai sungguh lebay. Bayangkan untuk minuman semacam es kelapa atau dawet dengan porsi double, banyaknya sama dengan porsi single tapi dikali tiga, gila kembung dah tuh minumnya. Malam itu saya dan teman cukup menikmati makan ditempat ini dengan diselimuti aura kemistisan dan saya tidak dapat berhenti untuk senyum-senyum sendiri walau nahan ngakak sebenarnya karena:
1. Waiter and waitress di sini kostumnya khas banget (cewek ala kemben Jawa, cowoknya juga ala Jawa gitu juga)
2. Ada beberapa waiter yang pake “kerincingan” ala kuda bepang di pergelangan kakinya, jadi setiap kali dia melangkah ya bunyi gemerincing-gemerincing gitu deh
3. Ada kuda deket dapur bo… bayangin…bayangin.. kuda bo, deket dapur pula…
4. Konon pemilik ne tempat agak-agak gimana gitu ya… pas masuk aja di depan uda ada postcard-postcard gitu yang bertuliskan, “Jangan panggil aku Raminto”, “Panggil aku Raminten”, atau “Call me Lady Raminten” dengan photo-photo yang aduhai mengundang selera humor saya.
5. Di beberapa sudut dinding gitu ada tulisan seperti ini, “Kami adalah lulusan SLB, jadi bila pesenan anda lama datangnya, harap maklum karena kami kenthir”.
Beberapa hal di atas hanya sebagian yang dapat saya tuliskan, untuk hal lainnya bisa anda buktikan sendiri dengan datang langsung dan menilai sesuai persepsi masing-masing.
Selesai makan, saya dan teman saya mulai berjalan kaki pulang menuju rumah setelah sebelumnya menggondol roti untuk mengganjal perut keesokan paginya sebelum traveling seharian. Begitu sampai rumah, mandi, buka facebook bentar, nonton film sebentar karena film belum selesai, saya juga udah ketiduran
Bangun keesokan paginya, perut lapar, langsung melahap roti untuk mengganjal perut, berleha-leha bentar sambil packing karena traveling hari ini akan berlangsung seharian, tas ransel saya isi dengan payung, buku agenda, kamera, dompet, Hp, bag cover, botol minum, baju kaos ganti, minyak kayu putih, gel anti memar, kacamata, dan tidak lupa Peta ahahahaha….
Setelah packing, bergantian dengan Revi (kawan saya) untuk mandi, kemudian mulai berangkat, pertama-tama yang kami pikirkan adalah sarapan hahahaha…. Berjalan kaki dari rumah teman yang terletak di seberang mall Galeria ke arah Keraton Yogyakarta memakan waktu sekitar ± 30 menit. Sampai di Keraton Yogya, kami membeli tiket seharga 5 ribu rupiah untuk wisatawan lokal. Masuk ke dalam tanpa pemandu mengingat revi sudah pernah ke sana sebelumnya, kami berjalan keliling, ambil photo sana sini (padahal kami tidak membayar tiket untuk ijin photo), nonton wayang yang menggunakan bahasa Jawa (Jujur saya gak ngerti tapi pede aja duduk di depan panggungnya, karena saya yakin para bule-bule yang nonton bareng saya saat itu pasti juga gak ngerti hahahaha).
Selama di dalam keraton, kami memang konyol lah, tanpa pemandu, bebas berpersepsi, as example, revi bertanya, “kenapa ya di sini tanahnya pasir-pasir gitu”, konon katanya dia pernah bertanya pada pemandu namun si pemandu pun kebingungan menjawabnya. Saya yang tidak tahu menahu tentang sejarah tempat ini, jadi ya mulai mengeluarkan persepsi-persepsi ngawur hahaa (dalam hati saya berjanji, pulang dari sini kudu baca sejarah ne tempat dah, nyesel ga cari tau lebih dulu). Setelah dari Keraton Yogyakarta, saya dan revi bergegas ke museum kereta, masuk dengan membayar tiket seharga 3 ribu rupiah dan ijin photo seribu rupiah. Berkeliling-keliling, hmm banyak juga keretanya. Kereta-kereta di sini masih aktif digunakan bila ada acara kekeratonan dan kebanyakan dibuat oleh Belanda dengan signature yang khas seperti detail-detail tahun pembuatan dan logo-logo Hamengku Buwono. Seorang bapak menghampiri kami dan membantu menjelaskan mengenai sejarah kereta, fungsinya dan disertai dengan mistis-mistis mengenai nyai Roro Kidul penguasa Laut Selatan. Ada sebuah kereta yang “wow” di sini karena mahkota di puncak kereta tersebut terbuat dari emas dan ada photo yang terpajang di dekat kereta tersebut. Dalam photo tersebut, terlihat Sultan sedang seorang diri dalam kereta di acara kekeratonan. Nah, bapak pemandu tadi meminta saya dan revi untuk memperhatikan sosok yang duduk di samping Sultan dalam photo tersebut. Saya memicingkan mata, memiring-miringkan kepala tetap aja tidak melihat sosok yang dimaksud, lalu giliran revi, revi juga cukup lama memandangi photo tersebut namun juga tidak melihat apa-apa. Kemudian ada sepasang kekasih gitu yang berdiri di belakang kami mencoba peruntungannya untuk melihat sosok yang dimaksud, dan si cowok bilang dia ngeliat sosok tersebut. Lha saya jadi penasaran, sosok apaan sih yang dimaksud, saya kembali mantengin lagi ntuh photo, tetep aja gak keliatan apa-apa. Nah itu bapak nepuk bahu saya, lalu berasa hangat gitu sekujur tubuh saya, lha tetep aja gak keliatan apa-apa hahaha, bapaknya putus asa kayaknya trus bilang, “mbaknya gak peka”, lha pak, saya emang gak peka untuk hal-hal begituan hehe, kemudian masih penasaran saya mantengin lagi ntuh photo, nah lho kok itu ada sosok cewek gitu gak jelas wajahnya tapi pake konde gitu dengan untaian melati di bahu kirinya duduk di samping Sultan, saya panggil revi dan tetep dia gak liat apa-apa, gue jadi merinding trus ngacirrr….. lalu bapaknya ngajak kita ngeliat satu kereta nyai gitu yang baru saja di”mandi”kan, kembang masih menjuntai di kepala kereta, si bapak meminta saya memotret trus dia nyuruh saya memperhatikan hasilnya, “lihat dek kembang merahnya, warnanya lebih cerah kan waktu mbaknya motret, coba deh mbak satunya yang motret”, kemudian si revi motret, emang bunganya gak semerah photo gue siy, trus bapaknya bilang photo itu tergantung orang yang memphoto. Lha pikiran saya saat itu, tergantung cahaya juga kali pak hehehe…. Mungkin ntu si revi sudut pengambilan photonya kurang cahaya makanya agak redup dikit haha (teori ngawur gue tapi sapa tau bener kan).
Berjalan lagi ke ruangan satunya ada sebuah kereta yang agak panjang dengan warna cat krem jadi keliatan bersahaja gitu, lha saya jadi nyeletuk, “wah rev, aku mau naek kereta yang ini, lebih gede, warnanya soft banget, elegan”, eh akhirnya gue mendekat, mengamati keadaan dalam kereta, gue lama terdiam berpikir, kok ada tonggak pendek berjumlah 4 di lantai kereta, perasaan gue langsung gak enak, dengan hati berdebar-debar melihat ke samping kereta, dan nama keretanya adalah jeng..,jeng…jeng… “Kereta kematian”…. Halah mampus gue, langsung aja gue nyari kayu trus gue ketok-ketok, buang bala, aduh ampun nyai saya gak jadi deh naek ini kereta, kereta jenazah booo….. LOL
Selesai dari museum kereta, kami kembali berjalan ke arah Malioboro, hari ternyata sudah siang, laper berat melanda kami, akhirnya diputuskan kami mendaki ke lantai 3 Mirota Batik untuk menyantap makan siang. Selesai makan siang, saya dan revi terpisah karena kelaparan mata masing-masing, saya berburu batik dkk, revi entah berburu apa (mungkinkah cowok?? haha). Jujur saja kami benar-benar lama berburu, tas belanjaan saya full, uang saya full juga habisnya, setelah smsan beberapa saat kami janjian untuk menentukan meeting point. Setelah bertemu, kami bersepakat untuk mengunjungi suatu store yang menjual gadget. Kebetulan kami berdua gadget mania yang suka lapar mata namun untung gak berduit hahaha…. Tapi hari itu, sungguh hari penghabisan duit kali ya, setelah negoisasi yang lama dan cukup a lot akhirnya gue ngeluarin duit juga untuk membeli sebuah gadget yang gue impi-impikan setahun lamanya LOL.
Hari telah menjelang malam, hujan mengguyur dengan derasnya, untung bawa payung, kami terus berjalan, singgah di tempat makan sebentar. Hal lucu terjadi lagi, di tempat makan ini saya banyak sekali melihat orang hamil yang makan, mungkin mereka ngidam daging bebek kali ya, secara rata-rata mereka melahap bebek di meja makannya dengan lahap (teori ngasal gue).
Selesai makan saya melipat celana panjang saya hingga selutut, lalu mulai berjalan di bawah payung sampai di rumah dengan badan lelah, basah, seneng juga. Langsung mandi, beres-beres barang belanjaan, trus langsung terkapar tidur kelelahan dan revi bilang malam itu saya mengigau haahahha….
Paginya bangun, tenggorokan saya terasa sakit, hidung saya meler, halah gawat saya terserang flu karena maen ujan-ujanan kemaren. Akhirnya hari itu saya habiskan dengan beristirahat dan nonton film di rumah karena kondisi tubuh yang down. Sore berangkat ke gereja, cukup unik dan menarik karena lagu-lagu rohani di gereja ini di aransemen jadi keroncong ala Jawa gitu. Malam harinya mencoba jalan-jalan ke Gramedia, mengobati penyakit saya yang rada gila pada buku, kemudian pulang dan beristirahat.
Keesokan paginya, kembali hunting. Sarapan sekaligus makan siang di House of Raminten, kemudian mulai berjalan ke arah tugu Yogya, mengambil barang pesanan di Malioboro, dan jam sudah menunjukkan hampir pukul 3 sore, kami segera bergegas untuk pulang, mengingat travel saya hari ini dijadwalkan pukul 4 sore ke Salatiga.
Sampai di rumah segera packing, wow tas saya ternyata telah melahirkan 2 anak atas jadi total tas jadi 4 tas, mencoba membongkar lagi dan mengefisienkan barang bawaan ini sehingga jadilah 3 tas, hmm cukup menolong…. Sambil menunggu travel menjemput, saya dan revi saling curhat gak jelas (moment yang jarang terjadi di kost dulu, mengingat saya jarang di kost karena kesibukan di kampus), tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5.30 sore, travel sudah menjemput saya, saya segera naik, tidurrrrrrr, sampai di Salatiga dengan selamat sentosa, tapi apa yang terjadi di kost?? Kost saya jadi kerajaan tikus selama saya tidak ada, bingkai photo pecah karena jatuh tersenggol tubuh tikus sialan itu, lalu kertas memo BPMU gue digigit tikus juga, argghhh…. Kerja rodi malam-malam, membersihkan sisa-sisa kenakalan mereka, hmmmmffftthhh…….. selesai, mandi, tidurrrr……. Zzz…Zzzz…zzzzz…..
Langganan:
Postingan (Atom)