Sabtu, 01 Januari 2011

Catatan Liburan Akhir Tahun (23-31 Desember 2010)


“Libur telah tiba….libur telah tiba… hatiku gembira….”. cuplikan lagu tasya yang saya lupa judulnya apa hehe…. Tapi selalu saya ingat teksnya yang bagian ini. Memenuhi panggilan para keponakan dan sepupu yang meminta saya pulang ke Samarinda setelah tiga tahun tidak berkumpul bersama mereka.
Di sinilah saya sekarang, Airport Ahmad Yani Semarang, tertanggal 23 Desember, pukul 09.00 WIB berdiri di depan counter boarding sebuah maskapai penerbangan. Setelah sebelumnya berangkat dari Salatiga pukul 06.30 WIB karena takut terjadi macet maka berangkat agak pagian dan tak disangka jalanan mulus tanpa macet sedikitpun, singgah sebentar ke sebuah pusat perbelanjaan oleh-oleh di Semarang, langsung meluncur ke Airport. Sampai di depan sebuah counter untuk boarding, mata langsung tertuju pada sebuah kertas yang tertempel di tiang dekat counter bertuliskan “Boarding dan Baggage dilayani 2 jam sebelum keberangkatan”. Duh, habislah, mana ini baru jam 09.00 WIB pula, padahal sudah disms oleh pihak maskapai bahwa karena persoalan teknis maka keberangkatan ditunda hingga pukul 11.55 WIB dari sebelumnya yang pukul 10.55 WIB. Wah berarti kalau berangkatnya 11.55 WIB, counter boardingnya baru buka pukul 09.55 WIB donk, gile mengingat barang yang dibawa cukup banyak maka tidak berani beranjak kemana-mana selain berdiri (ga ada tempat duduk, pengen lesehan tapi tengsin euy haha…) sambil menunggu counternya buka. Counter buka sekitar pukul 10.00 WIB, langsung boarding dengan urutan pertama, karena sudah lelah berdiri dan pengen banget duduk di kursi ruang tunggu yang empuk. Yap, boarding selesai, baggage juga selesai diurus, saatnya menuju ruang tunggu untuk duduk dengan nyaman, membuang kebosanan menunggu dengan nelpon teman-teman, sms-an, facebook-an, sampai jam menunjukkan pukul 12.05 WIB, lha kok ini belum berangkat-berangkat juga yak?? Penasaran lalu berdiri dan berjalan ke arah monitor jadwal keberangkatan, buset keberangkatan diundur ampe pukul 13.00 WIB, mamah nelpon pula karena sudah menunggu di Airport Banjarmasin. Akhirnya cuma bisa bilang, “duh mam, keberangkatannya delay hehe…”.
Tanggal 23 Desember 2010, pukul 15.30 WITA menginjakkan kaki di Airport Banjarmasin. Huahhh akhirnya sampai juga, nunggu barang keluar dari bagasi, sip, keluar dari ruang tunggu bagasi, melihat mamah and tante sudah menunggu. Pulang rumahhhhh hahahaha… bongkar-bongkar barang, keluarin oleh-oleh, packing lagi untuk keberangkatan esok hari.
Tanggal 24 Desember 2010, pukul 12.30 WITA, sudah berada di Airport Syamsudin Noor untuk menuju Balikpapan. Kali ini langsung boarding dan duduk santai bersama mamah, papah dan tante di ruang keberangkatan. Keberangkatan terjadwal pukul 14.35 WITA, tapi kemudian ada pengumuman bahwa keberangkatan ditunda sampai pukul 15.30 WITA, aduh mak delay againnn……
Pukul 16.30 WITA, tiba di Airport Sepinggan Balikpapan, segera menuju Samarinda dengan perjalanan darat selama 3 jam. Pukul 19.45 WITA tiba di Samarinda Kota Tepian. Langsung menuju restaurant favorit di tepian Kota Samarinda, “Rumah Makan Kenari”, makan Kepiting Asam Manis huahahahaha, menghabiskan malam natal bersama pemilik restaurant yang sudah lama tidak bertemu…….
25 Desember 2010, pagi hari yang cerah, pergi ibadah dulu, pulang langsung menuju makam oma. Pukul 12.00 WITA, makan siang dan langsung menuju ke sebuah kecamatan tempat kelahiran mama yaitu “Muara Kaman”, sebelumnya singgah dulu di Tenggarong kabupaten Kutai Kertanegara. 

Perjalanan darat selama nyaris 4 jam sungguh menyiksa haha… sekarang banyak sekali proyek-proyek (pertambangan dan perkebunan) khususnya batu bara dan kelapa sawit. Truk-truk besar yang keluar masuk daerah proyek membuat tekstur aspal jadi rapuh, membuat aspal retak sana-sini, malah ada sebagian jalan yang longsor membuat mobil yang ditumpangi bergetar dan goyang-goyang keluar masuk lubang jalanan. Perjalanan yang dulu dapat ditempuh hanya dalam waktu 2,5 jam sekarang sudah menjadi nyaris 4 jam!
Sampai di rumah, istirahat sebentar karena perjalanan tadi cukup membuat encok haha… malam harinya, keponakan-keponakan dan sepupu-sepupu sudah berkumpul di rumah untuk makan malam bersama, dan benar-benar deh, mereka tidak lupa menagih oleh-oleh (mereka kangen ama gue atau oleh-olehnya sih).
26 Desember 2010, malam pertandingan sepakbola TimNas Indonesia melawan TimNas Malaysia di Stadion Bukit Djalil, Kuala Lumpur. Nonton bersama keluarga besar, teriak-teriak gak jelas, sumpah serapah keluar gak beraturan haha, moment tak terlupakan, walau TimNas Indonesia harus kalah 3-0 dari Malaysia, ga papa lah, yang penting nasionalisme jalan haha..
27 Desember 2010, it’s time to jalan-jalan hahah… karena ini desa, gak ada agenda menuju mall ato sejenisnya tapi ke kebun! Haha… siap-siap pake lotion anti nyamuk! Kebetulan ne kebun punya tante, ada kolam ikannya juga. Petik nanas, gali ubi, mancing ikan, haha surga dunia, gak peduli kulit yang menggosong terbakar sinar matahari.

28 Desember 2010, hujan lebat mengguyur pagi hari itu, padahal pagi itu ada rencana mau ke rumah sepupu di “Bukit Jering” menyeberangi Sungai Mahakam. Akhirnya ditunda, berangkat siang deh jadinya, setelah hujan reda. Perjalanan melintasi Mahakam menggunakan perahu dengan ketinting, digoyang-goyang ombak Mahakam selama 2 jam, haha syahduuuuu…. Memancing di Mahakam, dapet udang haha…

29 Desember 2010, malam Final kedua Indo vs Malay di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kembali menonton bersama keluarga besar huahaha... menang 2-1, tapi tetep gak bisa menutup kekalahan di final pertama, akhirnya harus merelakan piala Suzuki AFF tahun ini jatuh ke tangan Malaysia.
30 Desember 2010, bersiap-siap kembali ke kota kelahiran saya yaitu Banjarmasin Kota Bungas. Berangkat pukul 07.00 WITA dari Muara Kaman dan tiba di Samarinda pukul 11.00 WITA. Kali ini menumpang bus antar provinsi (Samarinda-Banjarmasin), memakan waktu hingga 18 jam (11.30 – 05.30 WITA). Langsung tidurrrr lagi begitu sampai di rumah.


31 Desember 2010, Begitu bangun dari tidur langsung mempersiapkan acara malam tahun baru. Bantu nyicipin masakan wakakakak… Tak lupa tepat pukul 12.00 WITA, berdoa dan memanjatkan pengharapan-pengharapan.





Orang yang ingin berbahagia tidak harus memiliki sesuatu yang terbaik. Tapi yang berbahagia adalah mereka yang berusaha membuat segala sesuatu menjadi lebih baik


By. Rachel Fitria
Ngetik saat mercon2 meledak di langit
1 Januari 2011 di Rumah Banjarbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar