Minggu, 27 Januari 2013

Pengendalian Diri


Akhir-akhir ini aku seakan dihadapkan dengan fenomena yang berkaitan dengan pengendalian diri
Siapa yang tak heran melihat wanita penggoda pacar/ suami orang? Pasti wanita itu terlalu mengikuti perasaannya, lupa akan pengendalian diri.
Siapa yang tak ngiler melihat makanan enak di depan mata, baunya yang aduhai menggugah selera, akhirnya makan gila-gilaan sampai lupa mengendalikan diri padahal berat badan sudah memasuki tahap obesitas.
Siapa yang tak marah saat orang yang kau harapkan ada di sampingmu saat masa-masa sulit malah tidak ada dan kembali datang mengganggu saat semua sudah baik-baik saja?
Siapa yang tak menangis hebat saat orang yang amat sangat kau cintai tiba-tiba pergi meninggalkanmu yang bahkan alasannya tak dapat diterima secara rasional maupun rasa?
Siapa yang tak kecewa ketika kamu sudah belajar semalam suntuk untuk tes namun hasil jauh di bawah harapan?
Sampai aku tiba pada suatu titik untuk memaafkan, menerima dan mengendalikan diri. Yah, pengendalian itu mutlak perlu. Segala sesuatu itu punya konsekuensi. Aku memilih untuk mengendalikan diri.

#mengendalikan diri untuk tak berlari menujumu dan memelukmu erat karena rinduku

Rasa Sayang yang diekspresikan (Keliru)


Masih terngiang di telinga tentang kasus kekerasan yang dilakukan Eza Gionino pada sang kekasih Ardina Rasti. Linangan air mata mengalir dari keduanya, sang wanita tampak sekali menyesali hubungan percintaannya yang berujung tragis, sang pria juga seperti menyesali perbuatan yang dilakukan. Hmmm.... dalam rekaman handphone yang digunakan sang wanita saat merekam perbuatan kekerasan yang dilakukan sang pria, terdengar bahwa si pria melakukan hal (kekerasan) itu karena rasa sayangnya pada si wanita, bermaksud agar si wanita lebih baik lagi. Itulah bentuk ekspresi sayang (katanya) yang ditunjukkan si pria untuk wanitanya.
Beberapa waktu lalu, saya juga dikejutkan dengan berita rujuknya Rihanna dan Chris Brown. Padahal pada tahun 2009 lalu, sangat heboh diberitakan mengenai kasus penganiayaan fisik yang dilakukan Brown terhadap Riri. Riri juga mengungkapkan bahwa pada saat terjadi penganiayaan tersebut, ia tidak mengenali sorot mata Brown yang kerapkali mengucap “I love you” padanya. Yah, can you imagine? Bagaimana mungkin anda menyakiti orang yang anda sayang dan cintai itu sampai babak belur, lebam dan berdarah-darah seperti itu? Huufftt.... I can’t imagine, confused!!!
Kemudian coba kita berpindah dari kasus-kasus kekerasan fisik, beralih ke Katy Perry yang pernah menikah dengan Russel Brand, kemudian pernikahan yang seumur jagung (14 bulan) itu berakhir dengan perceraian. Padahal begitu romantis mereka dulu. Russel Brand yang terkenal dengan image playboy tiba-tiba bertekuk lutut pada Katy bahkan memutuskan untuk menikah. Bahkan yang membuat banyak wanita di seantero dunia ini mengatakan “so sweet” adalah ketika Russel dengan lugas mengungkapkan, “selama ini saya kira saya tidak bisa setia, tetapi itu hanya karena belum ada wanita yang tepat, dia(katy)lah yang selama ini saya cari”. Menikah dengan adat India Hindu, suasana yang begitu romantis, namun 14 bulan kemudian berakhir di Pengadilan untuk bercerai. What the hell!!!
Jujur saja, sekarang mungkin saya orang yang cukup skeptis bahkan cenderung apatis sama yang namanya cinta-cintaan antara sejoli. Ketika melihat romantisme sepasang kekasih yang baru jadian, mungkin orang lain akan berkata “aduhhh romantisnya, pengen deh kayak gitu, kayaknya mereka cocok, langgeng pasti”, saya hanya berucap “yah, biar waktu yang menguji keromantisan mereka itu, bakal terus tetap bahkan bertambah atau malah memudar sejalan dengan waktu”.
Saya pernah menjalani kisah cinta-cintaan beberapa kali, di antaranya ada yang pernah menyakiti saya secara fisik. Kami pernah bertengkar hebat dan dia mendorong tubuh saya membentur tembok dan punggung saya amat nyeri saat itu karena pernah mengalami kecelakaan beberapa tahun silam. Dia bilang semua itu dilakukan karena sayang sama saya -.-“. Saya juga pernah ngobrol dengan pacar (sekarang mantan) saat itu, karena dia pernah menyakiti mantannya. Dia pernah menyakiti mantannya secara fisik juga psikis dan nyaris berurusan dengan kepolisian, dan setelah saya tanya mengapa dia melakukan itu, tahu apa jawabannya? “KARENA AKU SAYANG AMA DIA”... What??!!!
Saya betul-betul bingung dan tidak mengerti saat itu, saya sulit memahami mengapa orang dapat berlaku demikian pada orang yang disayang. Kadang yang tidak rasional adalah gimana caranya melepaskan orang yang kita sayang untuk bersama orang lain, trus ada gitu yang bilang “aku bahagia bila kamu bahagia dan bahagiamu adalah bersama dirinya”, yakin loe?? Ngeliat orang yang kamu sayang jalan ama cewek atau cowok lain terus kamu bahagia gitu, menurut saya kok itu bullshit banget yak. Oke baiklah, salah satu mantan saya pernah bilang gak semua bisa disikapi dengan rasionalitas, karena cinta dan sayang itu masalah rasa (haisssyaahhhh -.-“).
Melihat Eza dan Ardina dulu waktu baru jadian, wuidih indah bener tuh kayaknya, photo-photo mesra bertebaran dimana-mana, oh baiklah mengingat perkataan seseorang dulu untuk saya “cinta itu harus diekspresikan”. Tapi sekarang? Keduanya ‘baku hantam’ di pengadilan, kalo dulu berbalas-balasan pesan penuh cinta sekarang malah berbalas-balasan caci maki. Terus Russel dan Katy, yang dulu begitu pamer kemesraan berdua, mengumbar kata-kata mesra di media massa, lah sekarang? Pas Katy lagi makan malam di restoran, pas ngeliat mantan suaminya masuk ke restoran yang sama malah sibuk sembunyi di kolong meja karena takut ketemu dan terlihat sang mantan. Nah loh??
Mungkin kisah Rihanna dan Chris lah yang unik, nampak sekali kalau Riri sangat menyayangi itu Chris. (Aduh Brown, lu bodok amat seh masalah relationship ginian). Bayangin Riri ampe babak belur ampe wajah bentuknya gak keruan gitu namun masih bisa memaafkan dan merasa kehilangan. Yah orang bilang “cinta itu memafkan alias mengampuni”. Saya mengerti perasaanmu Riri, but move on please! You deserve the best for your life. Lu liat gak siy, itu cowok lu lagi dugem ama cewek-cewek trus mesra-mesraan ama mantannya lagi, oh my gosh.... tapi salutlah untuk cintamu yang begitu kuat bagi Brown (prok...prok...prok...#standingapplause).
Sampai suatu ketika, alkisah ada sebuah film yang diangkat dari novel kisah nyata, kisah percintaan antara Ainun-Habibie yang aduhai begitu romantisnya. Ini nih yang namanya cinta. Cinta itu satu paket! Paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang. Namun kisah percintaan Habibie-Ainun jarang sekali memang walau bukan berarti tak ada sama sekali. Dari semua kisah, ya itu dia, cinta itu mengampuni, apapun yang terjadi pasti dimaafkan kalau itu cinta (sayang). Maaf itu gratis, namun tetap punya konsekuensi. Dan please ekspresikanlah rasa sayangmu dengan benar, biar tidak ada lagi yang tersakiti atas nama cinta.

#untukmu yang selalu bilang “in cruce salus”, aku memaafkanmu dan aku tahu kau memaafkanku dan aku mencintaimu.

Kamis, 10 Januari 2013

Larva



Aku masih tetap larva
Entah untuk berapa lama
Sebelum evolusi memberi aku bentuk pasti
Hari saat aku bersayap hingga mampu terbang tinggi
Dan warnaku si merah delima, seperti batu permata
Karena itulah tujuanku kelak, merah delima
Hiasan bagi pemakainya, sakral bagi empunya
Tak mengertikah kamu?
Jalanku memang berbeda, tapi jangan khawatirkan aku, apalagi menangisi lakuku
Sebab aku telah belajar berdiri pasti dan kelak aku akan terbang tinggi
Adakah engkau mengerti?
Tinggal kini aku masih sendiri, pada jatuhku di tanah basah
Adakah larva lain di sini?
Temani aku, sebab sebenarnya aku takut sendiri


-R.K-

Perahu Kertas


“... Kubendung rindu itu dalam kata-kata yang bungkam. Kuuntaikan ia padamu, lewat sebentuk perahu. Ia pasti akan menepi. Maka, tunggu saja. Riak-riak itu tak akan bisa meluruhkannya”

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya

Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati,
Kau, sahabatku sendiri, hidupkan lagi

Mimpi-mimpi (cinta-cinta)...
Cita-cita (cinta-cinta)...
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua, ku bisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara miliaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku
Menemukanmu...

Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku, padamu

Malaikat Juga Tahu


“...Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia. Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa yang lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang”

Lelahmu, jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri, cintakulah yang sejati
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan,
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau slalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya