(We came to this world with nothing, but to God we are something, He wants to share with us everything, because He love us more than anything)
Tak terasa tahun 2010 berlalu sudah, banyak kenangan yang bahagia, susah, sedih, konflik, dan lain sebagainya sudah terlewati. Bersyukur pada Tuhan yang memberikan warna dalam hidup ini. Sangat singkat rasanya tahun 2010 ini, sampai kejadian-kejadian pada tahun 2010 ini masih terekan jelas dalam ingatan saya.
Malam tahun baru ketika memasuki tahun 2010 ini saya lalui di rumah tercinta, tidak terlalu istimewa, karena dilewati seperti tahun-tahun sebelumya, berkumpul bersama keluarga, makan bersama, bergadang sambil ngobrol, minum arak/ ciu, dan satu hal yang paling saya ingat, pada awal tahun 2010 ini, saya tidak berdoa maupun memanjatkan pengharapan-pengharapan seperti orang pada umumnya, saya hanya ingin tahun 2010 lebih baik dari tahun sebelumnya, that’s it!!
Tahun 2010 merupakan tahun dimana saya masih menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Biologi. Tahun 2010 adalah saat-saat puncaknya semua kegiatan senat mahasiswa berjalan, tidak terhitung berapa banyak waktu, pikiran, tenaga yang tercurah untuk program-program ini. Ada saat-saat saya mengeluh karena lelah, tertekan dan lain sebagainya, namun untung dapat terlewat dengan baik berkat bantuan Tuhan dan teman-teman yang selalu setia menemani dan membantu dalam segala hal. Satu hal yang tak terlupa, pada saat itu sama sekali tak ada waktu saya untuk jalan-jalan apalagi naik gunung ha..ha…ha….
April 2010, bulan yang sungguh luar biasa menurut saya, nyebur ke kolam gedung C karena berkurangnya satu tahu kontrak saya di dunia. Pulang kedinginan karena celana basah, kulit gatal-gatal karena air kolam yang ga tau uda berapa lama kagak dikuras hahaha… Pada semester ini juga saya mengambil mata kuliah Evolusi yang membuat pola berpikir saya berubah tentang evolusi, berkat seorang dosen yang dapat menjelaskan konsep-konsep evolusi secara terstruktur, terarah dan tajam, saya jadi sangat mencintai evolusi (www.evolusiindonesia.com). Pada bulan ini juga, ada kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa yang diikuti dari berbagai fakultas di Universitas dan berbagai Perguruan Tinggi di Kota Salatiga. Kami dari fakultas pun tidak ketinggalan mengikuti ajang olahraga ini, dengan keterbatasan kuantitas mahasiswa kami tetap berusaha memperjuangkan proposal pendelegasian dan mengutus sekian jumlah mahasiswa dari fakultas untuk mengikuti kegiatan ini. Tapi satu hal yang sungguh sampai sekarang saya tidak mengerti atau saya memang tidak mau mengerti, pada saat saya memperjuangkan proposal pendelegasian, hal yang kami dapati adalah kami diremehkan, dipandang sebelah mata, dan saya benar-benar masih sangat ingat, saya mendapati bahwa saya menangis dalam rapat legislatif diperluas mengenai masalah POM ini. Saya merasa tidak dapat melayani mahasiswa sebagaimana mestinya karena memang hanya itu batas kemampuan saya dan saya benar-benar heran saat itu, wajah mereka yang hadir dalam rapat itu SEBAGIAN masih dapat tertawa dan anteng-anteng saja. Gileee… gue uda sampe nangis-nangis gitu loh hahahaha….. asli konyol bangetttt!!! Tapi yang saya wajib syukuri, proposal yang saya dan teman-teman senat perjuangkan membuahkan hasil, kami memenangi beberapa kejuaraan (daripada ga ada sama sekali haha….) dan saya cuma bisa tertawa saja ketika sudah setengah tahun berlalu ada yang menanyakan prestasi yang kami dapat padahal kemaren-kemaren diremehin.
Awal Mei 2010, masih terekam jelas dalam ingatan saya, ada beberapa mahasiswa luar pulau Jawa datang dan dengan mata berkaca-kaca “curhat” tentang keadaan mereka. Saat itu sungguh darah saya seakan mendidih curhatan mereka begitu juga kedua teman saya yang juga bersama saya saat itu. Setelah mendengar dari mereka, mulai mencari-cari bukti dan berjuang untuk mereka. Tak terhitung berapa air mata, sumpah serapah, tenaga, pikiran, waktu yang tercurah untuk tragedi ini. Dan kembali bersyukur masalah ini dapat diselesaikan dan hanya bisa bilang “Jangan Marah/ Kecewa pada Orang yang Tidak Tahu/ Mengerti”. Lebih baik tidak perlu banyak bicara omong kosong dan act saja. Saya membaca sebuah buku tentang kepemimpinan kristen, dan disitu tertulis “yang terpenting bukan pandangan manusia yang seringkali menjatuhkan, melainkan pandangan Tuhan yang akan selalu menyambut diri kita dengan penuh suka cita. Karena bukan apa kata manusia yang penting, tapi apa kata Tuhan, itulah yang terpenting”. Kalimat yang sebenarnya cukup membuat saya bingung, gimana coba caranya tahu apa kata Tuhan? Tuhan datang dalam mimpi, trus kasih tau gitu? Hahaha (nalar saya gak nyampe kali ya….). tapi dalam kasus saya tadi, saya hanya berpegang teguh pada satu kata yaitu kebenaran. Mau dicaci maki kek, dipelototin sampai mata tu orang keluar kek, dicemooh kek, atau apapun lah yang mereka lakukan, saya dan sahabat-sahabat saya yang selalu menguatkan hanya bisa bertahan dan tetap maju, hajar trus yang penting bener haha, peduli amat lah….
Masalah hampir selesai baru kerasa banget lelahnya, plus pake acara masuk rumah sakit segala pula. Asli kapok dah, masuk RS dalam keadaan tidak sadarkan diri, piye yoh cara kak Elin, Tri n Jil ngebawa ke RSnya huahahahaha (thanks sob)…. Sudah tak sadarkan diri, rambut pada rontok (untung gak sampe botak) karena suhu tubuh yang tinggi, infus yang dipasang bikin nyeri, ambil darah tiap hari yang bikin saya harus berkutat dengan jarum-jarum suntik itu, oh no!! tiap malam suhu tubuh gak jelas plus frustrate karena tiap besok paginya harus berhadapan dengan jarum suntik, again and again, aarggghhhh…… masih kebayang muka Tri yang juga pucat kalo suster masuk mau ambil darah dan saya masih tidak berterima kalau manusia yang namanya Jily itu malah ngetawain!!!
Keluar dari rumah sakit, diboyong orang tua pulang, disuruh istirahat total, eh gak dinyana, malah gentian dapat kabar jily masuk rumah sakit trus gak lama kemudian si Tri lagi yang sakit, ampun dah, tapi sungguh disesalkan saya tidak bisa menemani dan membantu mereka apa-apa (sorry sista hehe).
Setelah liburan yang cukup panjang, kembali lagi aktif di kampus, kali ini ada di Senat Mahasiswa aras Universitas, bertemu dengan teman-teman baru memulai segala sesuatunya dengan kerja keras. Di aras ini memang lebih banyak tantangannya, hal-hal yang prinsipil dikritisi dan tidak ada kompromi sama sekali. Di sini saya menjadi lebih disiplin dan gara-gara pak Ketu saya jadi ikut-ikutan tertular agak strict dengan aturan-aturan, cenderung kaku memang tapi lama kelamaan jadi lebih nyaman dijalani karena sesuai rel-nya.
Tahun yang sungguh luar biasa, Tuhan benar-benar membuat rencana yang sangat indah dalam hidup saya. Saya dapat melihat dan membuktikan mana yang benar-benar sahabat, saya diberi kesempatan untuk berkonflik sehingga saya lebih kuat dan mulai membangun mental teri saya hahaha…. Mendapat teman-teman baru, berkesempatan mendapat sakit, berkesempatan dapat menangis di depan umum pula huahahahahha…….. Great year.
Terima kasih untuk tahun 2010 yang penuh dinamika. Kalo memulai tahun 2010 kemaren tanpa doa dan tidak membuat pengharapan maka di tahun 2011 yang akan dijalani ini bolehlah saya berdoa dan memanjatkan pengharapan-pengharapan hahaha….. tentu tidak lupa semoga Tuhan memberkati segala upaya-upaya saya dalam mewujudkan pengharapan itu.
“Tulis rencanamu dengan pensil. Tapi, berikan penghapusnya pada Tuhan. Ia akan menghapus rencana kita yang salah. Percayalah kepada-Nya, karena Ia selalu beri yang terbaik bagi kita”
By. Rachel Fitria
Ngetik sambil ngantuk karena bergadang
1 Januari 2011 di Rumah Banjarbaru


Tidak ada komentar:
Posting Komentar