Tujuh
April itu merupakan tanggal keramat buat saya, karena itu ulang tahun saya.
Mungkin bagi beberapa orang momen ulang tahun itu biasa saja, tapi bagi saya
itu luar biasa. Suatu kelahiran itu luar biasa, diinginkan atau tidak. Dan yang
kelahirannya tidak diinginkan, tetap bagi saya itu luar biasa, karena kelahiran
itu hukum alam, ada penciptanya. Contoh saja, sebuah kelahiran bayi manusia
tidak akan terjadi bila tak ada pertemuan antara sperma dan sel telur.
Kelahiran itu simpel sekaligus rumit, tergantung pemikiran masing-masing.
Tahun
ini saya berulang tahun yang ke-24, wah sebentar lagi udah seperempat abad.
Saya flash back dan merenung, apa
saja yang saya lakukan untuk diri saya sendiri dulu. Hmm... saya sekolah hingga
saat ini mencapai level master degree tanpa jeda, pernah pacaran sampai ngerti
yang namanya jatuh cinta dan sakit hati, pernah kerja sampai paham capeknya
ngumpulin rupiah demi rupiah, pernah terima beasiswa yang bikin ngerti kalo
karya dan prestasi kita bisa dihargai orang lain, pernah kecelakaan parah
sampai harus mengubur mimpi jadi pemain basket dan tidak bisa berolahraga berat,
sisanya saya sudah lupa. Kalo untuk orang lain, mungkin gak banyak yang sudah
saya lakukan, paling bikin bangga orang tua waktu wisuda Sarjana, pelukan
hangat dari seorang mantan yang katanya saya sudah mengajarkan dia banyak hal,
jadi senior yang baik untuk sebuah lembaga mahasiswa di kampus, sisanya saya
juga sudah lupa.
Habis
flash back, boleh dong punya harapan
buat ke depan. Saya pengen banget studi lanjut ke luar negeri!! Yah, kalau bisa
ke Finlandia atau Spanyol haha... terus pengen banget jalan-jalan ke Barcelona
ama Machu Pichu. Pengen banget jadi pengajar muda di Indonesia Mengajar hoho...
dan yang paling pengen adalah beliin rumah buat mama hehe....
Kata
orang-orang sih, semakin bertambah umur, semakin bertambah pula tanggung
jawabnya. Saya sendiri masih punya tanggung jawab besar untuk orang tua, saya
harus segera lulus S2 dan pergi bekerja atau studi lagi dengan beasiswa jadi
tidak membebani orang tua lagi. Tanggung jawab saya pada kota kelahiran saya,
karena saya seorang sarjana biologi yang belajar ekologi dan saya merasa punya
kewajiban untuk membagikan ilmu saya untuk kota saya di Kalimantan “Paru-paru
dunia”.
Saya
ingin menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar saya, seenggaknya saya mau
mengubah sifat saya yang pemarah. Saya ingin lebih positif menghadapi masa
depan. Dan oh ya satu lagi, semoga pendamping hidup yang sepadan dapat segera
datang dan diresmikan di hadapan Allah , di depan altar :D
#Edisi
telat posting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar