Tepat pada tanggal 9 Juni saya pulang ke kampung halaman di Kalimantan Selatan. Kepulangan saya dalam rangka pemulihan pasca sakit setelah di opname di sebuah rumah sakit yang terletak di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Rindu sekali dengan kampung halaman ini, rindu akan hutannya, rindu akan sungainya, rindu akan suara2 burungnya, dan rindu keluarga pastinya :)
Terbangun pagi hari pukul 06.00 WITA, langsung menuju keluar rumah dan jalan2 di sekitar komplek rumah. Singgah ke rumah Tante dan biasanya untuk menuju rumah tante harus melewati kawasan pohon karet yang cukup lebat. Sewaktu berjalan saya heran sekali, "kok rasanya jauh banget ya? Pohon karetnya mana?". Tak lama kemudian terlihat rumah tante (saya mengenalinya dari warna cat rumah), tapi kok perasaan saya ga lewat pohon karet, malah kawasan perumahan yang baru dibangun.
Sampai di rumah tante, duduk sebentar sambil membaca koran. Pada Kolom Utama terdapat sebuah judul berita yang tercetak besar dan di bold pula, "Beruang Madu serang warga di Mandi Angin". Wedew, teringat sekitar 10 tahun lalu saya pernah berkunjung ke sana dalam rangka liburan sekolah. Orang tua mengajak saya ke sana karena suasana yang teduh, tenang,asri, banyak pepohonan,suara merdu burung berkicau sambil bersahutan terdengar, dan keharmonisan alam sungguh terasa waktu itu.
Kembali pada koran yang saya baca tadi, di koran tersebut tertulis bahwa beruang madu tersebut menyerang warga yang sedang berjalan-jalan di kawasan mandi angin tersebut. Warga tersebut selamat dari maut namun mengalami luka cakar dan gigitan yang cukup parah di bagian wajah dan lengannya. Kejadian terkaman beruang ini merupakan sebuah alarm, karena bertambahnya jumlah penduduk, keinginan memperkaya diri sendiri dengan harta duniawi,serta ketidakpedulian terhadap alam telah membuat kehidupan di bumi sudah tidak balance lagi. Kawasan pohon karet yang kini sudah tiada karena adanya pembangunan perumahan, warga yang diserang beruang madu karena tempat tinggalnya diusik oleh manusia sehingga beruang tersebut kehilangan tempat tinggal dan sumber makanannya.
Melihat hasil sensus penduduk Indonesia yang mengalami peningkatan cukup signifikan sungguh sangat mengejutkan, padahal sudah ada program KB, namun tak mampu menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Pertambahan jumlah penduduk ini mau tidak mau memerlukan luas lahan lagi, pembukaan lahan terjadi dimana-mana untuk proyek pembangunan. Disadari atau tidak, laju pertumbuhan penduduk ini telah mengancam kelangsungan makhluk hidup lainnya. Penebangan pohon untuk pembukaan lahan telah memusnahkan tempat tinggal ratusan bahkan ribuan flora dan fauna. sumber makanan bagi satwa-satwa ini pun sudah sulit dicari.
Sungguh miris ketika berkunjung ke sebuah penangkaran Orang Utan di Kalimantan Timur. Saya melihat ada benjolan di kepala salah satu orang utan, maka saya bertanya pada "pengasuhnya", ada apa dengan kepala orang utan yang satu ini?. Menurut penjelasan yang didapat, kepala orang utan tersebut tertimpa pohon, rumah tempat tinggal orang utan itu sendiri. Adapun penyebab tumbangnya pohon tersebut karena penebangan liar yang marak terjadi di kawasan hutan Kalimantan.
Sungguh sebuah dilema melihat peristiwa - peristiwa ini. Di satu sisi kita melihat bahwa manusia layak mendapat kesejahteraan dengan tempat tinggal yang layak. Sulit untuk menepis anggapan "banyak anak banyak rejeki". Di sisi lain, untuk memperoleh lahan pembangunan, harus merebut tempat tinggal makhluk hidup lain.
Lama kelamaan lahan akan habis bila dieksploitasi terus menerus, ancaman global warming terus merongrong. Apa lagi yang dapat kita wariskan pada anak cucu kita kelak? Apa mungkin kita harus mencari tempat tinggal lain selain Planet Bumi, karena Planet ini sudah sesak??
Kawasan Mandi Angin kini telah berubah total sejak dari 10 tahun yang lalu. Lalu bagaimana keberlangsungan hidup Beruang madu di sana?? Akankah kita biarkan beruang2 itu punah begitu saja?
Mari kita galakkan kembali penggunaan KB, Penanaman dan pemeliharaan pohon, Hentikan Pembalakkan liar, serta jalankan gaya hidup sehat dan GREEN hehe...
Maaf bila ada salah kata, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan YME. Semoga Berkenan.
By. Rachel Fitria
Rumahku tercinta, Banjarbaru
5 Juli 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar