Sabtu, 01 Januari 2011

Pendapatku Tentang Mereka


Menurut Santo (2008), persahabatan merupakan hubungan akrab antara 2 orang atau lebih yang intens, dapat saling bertukar pikiran, selalu ada dalam kondisi apapun, mampu memberi maupun menerima, mengerti kelebihan dan kekurangan. Persahabatan lebih special daripada hanya sekedar pertemanan.

Yuwinda Lilyana (21 Juli 1990), seorang yang ku kenal sejak SD, sempat bermusuhan selama 2 tahun, kemudian berteman lagi. Situasi yang konyol saat itu. Musuhan cuma karena buku doank, dan temenannya cuma gara-gara main balap-balapan mobil di timezone huahahahahaha…. Persahabatan mulai intens sejak SMA. Sama-sama bersekolah di sekolah swasta favorit se-Banjarmasin (Fr. Don Bosco), sama-sama terjun dalam ekskul yang sama (Basket dan PMR). Tiap hari pulang dan pergi sekolah selalu bareng walau beda kelas J. Yuwinda, anak bungsu dari empat bersaudara, dan keempatnya adalah cewek. Konon, kata maminya winda juga sih, waktu hamil si Winda ini, ngarepnya dapet anak cowok, eh taunya malah cewek lagi, jadilah winda ini anak yang tomboy ampun-ampunan. Kelakuannya yang tomboy membuat orang-orang di lingkungan sekitar segan padanya. Winda merupakan cewek tomboy yang keras, tanpa kompromi, pemarah, tak sabaran, terkesan tak peduli tapi gak tegaan, dermawan, sangat sayang pada mamanya. Aku masih ingat salah satu mimpinya yang pernah dia utarakan yaitu membangun sebuah rumah penampungan untuk anak-anak jalanan dan gelandangan. Hobinya yang gak bisa ditinggalin adalah modif motor, jalan-jalan plus balapan. Gak terhitung brapa tuh duitnya habis buat modif motor itu. Dia punya banyak sekali teman dari kalangan anak jalanan hingga yang high class sekalipun, orang yang sangat mudah bergaul menurutku, hal yang ini sangat bertolak belakang denganku yang pendiam J. Kehidupannya berubah total saat dia memutuskan menjadi seorang Kristen, hidupnya seakan lebih tenang, smooth, mulai meninggalkan obat2an dan rokok, mulai agak sabaran, kelakuannya yang boros ampun-ampunan itu sudah bisa ia kendalikan dengan baik. Setelah mulai jadi pengikut Kristus, tiap hari ia selalu bercerita tentang firman-firman Tuhan dan mengajak ke acara KKR dan sejenisnya itulah. Hmm… satu hal yang positif, ketimbang dia ngebut-ngebutan di jalan mending dia ngebut-ngebutan nyari Tuhan hahaha…

Jily Gavrila Sompie (28 Maret 1991), wanita yang kukenal saat berada di bangku kuliah. Penilaian pertama saat melihat cewek ini, cerewetnya ampun-ampunan, kalo denger suaranya rasanya kepala mau pecah, kecentilan pula, selalu feminim pake selop-selop gitu deh hahaha… tapi satu hal yang benar-benar kusuka dari dia ialah, dia mau kerja keras bareng, sangat aktif, gak bisa berdiam diri, antusiasme nya tinggi, ceria sekali, dan sangat berinisiatif. Tapi cerewetnya ini yang sampai sekarang sering membuatku lelah hahahaha…. Keras kepala, memiliki sifat yang sangat mempertahankan pendapat, sungguh melatihku untuk kritis dan berpikir lebih strategis untuk mematahkan pendapatnya J, thanks jil!! (peace). Masih terekam jelas diingatanku, saat aku ingin menghindar, justru jadi selalu bersama, saat praktikum dan kerja kelompok, padahal sudah diundi coba, pake macam-macam cara ngundi yaaa tetep satu kelompok dengan jily trus haahahaha….. (salah satu hal yang membuat Tri selalu menertawakanku). Thanks buat semua jil, luph u full dah….

Tri Kurnia Kristiani Waruwu (27 Juli 1990), wanita melankolis menurutku, dulu sangat terlihat kalo dia masih asik dengan dunianya sendiri. Sangat jujur dalam mengungkapkan perasaan, lembut sekali, terkadang kalimat bijak keluar dari mulutnya, agak pemalas, suka tidur dimana-mana. Terkadang dia malas mengikuti anomali aktivitas karena lebih memilih tidur hufftt…… Tapi aku melihat perkembangan luar biasa saat dia terjun dalam sebuah organisasi Kemahasiswaan, gaya berpikirnya banyak mengalami perubahan, gaya bicaranya lebih terstruktur dan berdasar, pembawaannya lebih tegas, dan tidak mudah goyah, yah itu yang dapat kulihat. Perkembangan positif menurutku, bersyukur dapat bersama dengannya, aku dapat belajar untuk mencoba menekan ego, lebih ingat dan sadar akan batas-batas diri, mengajarkan aku untuk bepikir juga tentang cinta hahaha….. love u triii……
Bersyukur dapat mengenal winda, yang mengenalkanku pada pahit dan manisnya kehidupan jalanan serta hitam putihnya dunia pergaulan, sehingga aku lebih mawas diri. Bersyukur bertemu dengan jily, yang mengajarkanku bahwa hidup ini harus dihadapi dengan senyum, tak usah berlama-lama dalam kesedihan yang tak jelas. Bersyukur juga dapat bersahabat dengan seorang tri, yang selalu mengingatkan aku tentang kapasitas dan membatasi diri juga menjaga alur sepak terjang kita J.

Seorang sahabat terlihat sempurna saat ia menerima kekurangan kita dan menjadi begitu sangat berarti, saat ia dapat menghapus air mata dan mengubahnya menjadi senyum kebahagiaan


By. Rachel Fitria
Ngetik sambil menunggu pergantian tahun tiba
31 Desember 2010 di Rumah Banjarbaru

2 komentar:

  1. Hahahaha.....
    huuuu, kalo kecentilan, kayaknya gak begitu dech... hihihihi
    Hmmm,, itu mah dah takdirmu kalo selalu mah aku terus.,, semakin mau menghindar semakin kita selalu ketemu. hahaha
    btw, thanx buat penilaianmu yah... You are my best friend too.. ^_^

    BalasHapus
  2. wuaaaaa, koq aku jelek semuaaaaaa huahahahaa
    nice iki bu'e....
    kpan2 bikin tulisan bout ur someone donk.... hohohoho

    BalasHapus