Rabu, 09 Maret 2011

Reportase Perjalanan ke Kelurahan Noborejo, Salatiga


Sabtu, 5 Maret 2011, pagi yang cerah, dengan matahari yang jingga kekuningan muncul dari peraduannya. Perencanaan keberangkatan pukul 5 pagi harus tertunda karena kekalahan yang dialami melawan rasa kantuk. Enam orang mahasiswa S1 yang tergabung dalam satu organisasi kemahasiswaan (yang satu dianggap keluarga dalam organisasi ini juga karena merupakan maitua dari salah satu anggota organisasi ini), berencana mensurvey suatu daerah bernama Noborejo untuk keperluan kegiatan organisasi.
Akhirnya pukul 06.30 pagi itu baru dapat berkumpul bersama di salah satu perempatan kota Salatiga dekat kampus UKSW tercinta, terlihat wajah-wajah belum mandi yang sudah siap untuk melakukan perjalanan hari itu dengan jalan kaki. Start dari perempatan pukul 06.30 WIB, mulai meniti perjalanan dengan canda tawa sambil saling mengejek untuk menghidupkan suasana. Sampai di Pasar Raya, salah satu pusat keramaian di kota Salatiga, terlihat banyak orang lalu lalang yang baru pulang dari pasar. Di kiri kanan jalan banyak terdapat penjual bubur ayam yang wanginya menggoda hahay…. Singgah sebentar untuk mencicipi bubur ayam sekalian mengisi perut yang kelaparan, sarapan agar energy untuk berjalan kaki dapat mencukupi mengingat jarak yang ditempuh cukup jauh.
Selesai sarapan, kembali berjalan dengan semangat ’45. Tak terasa pukul 08.30 WIB sudah mencapai terminal Tingkir dan kembali singgah ke Indomaret untuk membeli air  minum dan beberapa jenis snack, lalu duduk santai di depan Indomaret sambil menunggu teman yang sedang menyusul. 30 menit menunggu, teman yang ditunggu-tunggu tak kunjung sampai, padahal katanya naik motor (motornya di dorong ya mbak?? huahahahhahaa). Memulai berjalan kembali, sampai depan ring road, teman yang satu ini baru sampai. Suasana tambah rame dan mulai memasuki kawasan Noborejo, sambil bertanya-tanya pada warga sekitar tentang lokasi utama yang akan dituju, yaitu Nobokulon.
Nobokulon merupakan salah satu daerah kecamatan di kelurahan Noborejo. Terus-menerus bertanya pada warga sepanjang perjalanan, belok kanan, kiri, kanan lagi lalu kiri lagi, terus dan terus. Hingga kelelahan melanda dan mencoba beristirahat di salah satu warung yang ternyata sudah memasuki kawasan Nobokulon. Sambil beristirahat, kembali memantau daerah sekitar, dan segera bersiap-siap untuk kembali pulang karena hari sudah mendung. Setelah puas melihat-lihat, segera bergegas jalan kaki untuk pulang, di tengah jalan naik angkot karena sudah tak kuat lagi berjalan jauh hahay…… di dalam angkot, banyak teman-teman tertidur kelelahan, ketika sampai semua serentak bangun dan bergegas turun untuk kembali ke peraduan masing-masing J
Oke teman-teman semua, ditunggu ajakan berikutnya untuk jalan-jalan kembali (dengan kaki tentunya)…… Mencoba copas dari blog seseorang yang saya kasihi, berbunyi seperti ini, “Untuk apa melumpuhkan kakimu, maka berjalanlah, selagi kakimu dapat digunakan” haghaghag……….

3 komentar:

  1. iya...sieh dek???? kalau jalan kaki nda lumpuh, tapi kakinya patah2...

    tapi bisa aja sieh kalau mau jalan tp jalan diatas angkot aja biar nyampe di tempat tujuan tampa mersa capek..........

    wkwkwkwkwkkw

    BalasHapus
  2. kamsudnya patah2??? selagi kaki bisa dipake jalan, ya berjalanlah huahahhahahaaa..............

    BalasHapus
  3. whahaha...Noborejo, desa kelahiranku...

    BalasHapus