Hmmm… hari ini tanggal 7 April lagi, bedanya kali ini sudah tahun 2011, berarti umurku genap 20 tahun, wow sudah angka dua yang bertengger di depan haha…. Pagi hari ini tepat pukul 5 pagi sudah bangun untuk berjogging ria dengan seorang teman. Sambil jalan menuju Lapangan Pancasila tempat kami biasa jogging, tangan saya tak terlepas dari telepon genggam karena banyak sekali sms yang masuk mengucapkan selamat ulang tahun tapi aku tak mampu membalasnya satu persatu. Langkahku terasa ringan di pagi itu, karena ternyata banyak yang peduli padaku. Selain melalui sms, tidak lupa juga membuka account jejaring social (FB) yang kumiliki, wow, sederet ucapan selamat aku dapatkan, terutama dari 1 orang itu hahahaha….
Walau banyak yang sms atau menulis di wall FB, tetap ada hal yang kurang rasanya. Papa dan mama kok belum ada respon apa-apa ya? Eh.. tak lama handphone bordering tanda panggilan masuk, “Mama Darling is calling”, bibirku langsung mengukir senyum. “Halo mam” ujarku saat itu. “Halo Lia, hari ini ulang tahun ya, selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur, kuliahnya lancar, cepat dapat pacar, nanti angpaonya di awal bulan aja ya sekalian” kata mama. Huahahhaha…. Kata-kata terakhir yang indah, tahun ini masih dapat angpao! Walau uda berkepala dua umurku. Pembicaraan panjang lebar pun usai, sekarang menunggu telpon dari papa, mengingat saat ini papa dan mama memang sedang berada di dua kota yang berbeda.
Pulang dari aktivitas jogging, segera mandi dan pergi ke kampus untuk membantu mengurus persiapan pemilihan ketua badan perwakilan mahasiswa di fakultasku mengingat aku adalah salah satu yang mendaftar sebagai anggota. Sambil bolak balik mengantar proposal organisasi dan undangan, tidak lupa selalu berhati-hati dan agak sedikit menghilang dari Ruang Senat Mahasiswa Universitas (SMU), tempat saya berorganisasi. Tujuan menghilang ini, tak lain dan tak bukan adalah menghindari todongan untuk mentraktir orang sekampung dan dikerjain oleh mereka. Tepat pukul 12.00 saat makan siang, makan dengan beberapa kakak angkatan karena ingin bersama-sama menuju galeri pameran photo. Telepon genggamku berdering, langsung melihat layar “Papa Darling is calling”, senyum pun langsung terukir lagi. Ucapannya tak jauh beda dengan yang disampaikan mama tadi pagi. Tapi perasaanku jadi plong, orang-orang yang sangat kucintai sudah mengisi ruang-ruang di batinku hari ini.
Sore harinya mendapat kejutan dari teman-teman sebuah kado buku tentang kepemimpinan dan sebuah novel beserta kertas ucapan yang terlampir di dalam kado tersebut. Jujur yang membuatku tertarik justru kata-kata mereka dalam kertas ucapan itu, aku tidak menyangka mereka memperhatikanku sampai sejauh itu. Kertas ucapan yang satu memuat tentang short story tentang aku di matanya, isinya secara garis besar menceritakan tentang sepak terjangku selama 3 tahun dia mengenalku dan menjulukiku “Unpredictable girl”. Wow, julukan yang justru membuatku terkejut, ternyata aku selama ini agak misterius di matanya dan menginspirasinya. Kertas ucapan yang satunya lagi dari teman-teman SMU, satu kalimat terakhir membuatku tertegun sejenak, “terus asah badmintonnya, terus bergerak di organisasinya…terus-terusin yang baik pokoknya”, bagi orang lain mungkin terlihat biasa tapi kalimat sederhana ini justru membuatku terdiam dan tertegun cukup lama sambil membaca berulang-ulang kalimat tersebut. Pada saat itu di mataku, teman-teman SMU hanya memperdulikan urusan organisasiku dan studiku, tapi tak disangka mereka ingat yang pernah aku ucapkan dulu sekali waktu awal periode kalau aku suka badminton, itu salah satu hobiku, tapi aku nyaris tak ada waktu dan tenaga lagi untuk main badminton karena ritme kerja di SMU dan perkuliahan serta praktikumku sangat menyita waktu dan tenaga. Ya, mereka ingat hobiku sampai sekarang dan mereka peduli itu! Bahkan kata-kata itu diucapkan lebih dulu ketimbang organisasinya. Aku sungguh tak menyangka semua memperhatikanku sejauh itu dan aku baru menyadarinya sekarang. Terima kasih Tuhan, terima kasih Engkau sudah mempertemukanku dengan orang-orang yang luar biasa.
Satu minggu berlalu setelah hari ulang tahunku, hari itu adalah sidang pemilihan ketua dan sekretaris Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultasku (BPMF). Hasilnya temanku terpilih menjadi ketua dan semua bersepakat menceburkan dia ke kolam Gedung C. Kolam ini memang penuh sejarah, mahasiswa(i) gedung C kalau ulang tahun, pengumuman kelulusan atau hari istimewa lainnya pasti diceburkan ke kolam ini. Ketua BPMF kami kemudian diceburkan, basah kuyup, dan aku menertawakannya dari lantai dua gedung ini melihat keadaannya yang basah seperti itu. Kemudian aku kembali ke dalam ruang sidang, salah satu teman angkatanku tiba-tiba nyeletuk, “eh kemaren yang ulang tahun belum sempat mencicipi kolam gedung C, ayoh kita ceburkan bareng-bareng aja sekalian”, perasaanku langsung tak enak, tiba-tiba dua tangan kokoh memegang lenganku di kiri dan kanan, mulai menyeretku turun ke lantai bawah, mengambil semua barang tak tahan air dari tubuhku, jam tangan, handphone, bahkan sandalku pun dilepas. Semakin mendekati kolam, aku semakin berontak dan ternyata malah ada tenaga tambahan untuk menyeretku masuk ke dalam kolam dan Byuuuurrrrr…………..!!! aku dengan sangat suksesnya masuk ke dalam kolam yang gak tau uda berapa tahun gak dikuras, kakiku menapak batu-batu tajam di dasar kolam, baju basah total, baru saja ingin naik ke pinggir kolam, tiba-tiba ada kucuran air dari atas yang ditumpahkan teman-teman dengan ember, jadilah tubuh saya benar-benar basah dari ujung atas sampai ujung bawah. Oh terima kasih kawan, berkat kalian saya harus pulang dalam keadaan basah karena tidak membawa baju ganti padahal 1 jam ke depan saya harus menghadiri rapat pleno SMU. Lagipula cuaca saat itu pas hujan lebat, dinginnya minta ampun pula. Beruntung ada teman dari SMU yang bersedia membantu membawakan tas ranselku sampai kost karena tak mungkin aku membawa tas itu mengingat isinya laptop, handphone, jam tangan, dompet, buku-buku kuliah dan tubuh saya sekarang sedang basah total. Pulang berjalan kaki sambil menggigil dan kaki lecet-lecet karena menginjak batu-batu tajam di dasar kolam tadi. Yak, sampai kost langsung mandi, ganti baju, bersiap kembali ke kampus untuk mengikuti rapat, pulang rapat malam harinya langsung tertidur pulas.
Bangun keesokan paginya dengan keadaan tubuh yang tak keruan, telapak kaki perih dan ow…ow..ow… saya terserang flu!!! Hahahahha….. tapi tetap bangun, duduk untuk refleksi. Mengingat kejadian sebelumnya sambil tersenyum-senyum sendiri dan tak lupa bersyukur untuk flu yang hari ini saya dapat.
Terima kasih Tuhan, Engkau memberiku kesempatan menikmati semua ciptaanMu sampai hari ini, terima kasih teman-teman semua, atas segala perhatian, kepedulian kalian, dan perlakuan kalian terhadapku. Tak pernah terlupa apa yang terjadi dan kualami bersama-sama kalian, selalu terngiang lagu project pop di telingaku,, “Ingatlah hari ini” haha… tak lupa juga untuk kolam gedung C, dalam keheninganmu, kau adalah sejarah bagiku. Setiap tahun aku selalu menghampirimu, menyapamu dan merasakan dinginnya airmu. Saat masih mahasiswa baru dalam program pengenalan fakultas aku menyapamu, saat ulang tahun ke-18 dan ke-19 tahun aku juga menyapamu dan sekarang aku kembali menyapamu. Thanks semua, kalian sungguh berarti bagi hidupku, kalian mengisi ruang dalam hatiku, melengkapi rangkaian perjalanan hidupku dan membantuku menyelesaikan tugasku di dunia ini satu persatu, sekali lagi terima kasih semua.
By. Rachel Fitria
Kamar Kost tercinta




Tidak ada komentar:
Posting Komentar