“...Mereka
yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka
yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia. Dirinya bukan
malaikat yang tahu siapa yang lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama.
Tidak penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan
dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang
indah dan masuk akal bagi seseorang”
Lelahmu, jadi lelahku
juga
Bahagiamu, bahagiaku
pasti
Berbagi, takdir kita
selalu
Kecuali tiap kau
jatuh hati
Kali ini
hampir habis dayaku
Membuktikan
padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir
setiap hari
Tak tega
biarkan kau sendiri
Meski
seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak
kan hilang semalam
Oleh pacar
impian, tetapi kesempatan
Untukku yang
mungkin tak sempurna
Tapi siap
untuk diuji
Kupercaya
diri, cintakulah yang sejati
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan,
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
Kau selalu
meminta terus kutemani
Dan kau slalu
bercanda andai wajahku diganti
Melarangku
pergi karena tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar