“...
Kubendung rindu itu dalam kata-kata yang bungkam. Kuuntaikan ia padamu, lewat
sebentuk perahu. Ia pasti akan menepi. Maka, tunggu saja. Riak-riak itu tak
akan bisa meluruhkannya”
Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati,
Kau, sahabatku sendiri, hidupkan lagi
Mimpi-mimpi (cinta-cinta)...
Cita-cita (cinta-cinta)...
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua, ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara miliaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku
Menemukanmu...
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku, padamu
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati,
Kau, sahabatku sendiri, hidupkan lagi
Mimpi-mimpi (cinta-cinta)...
Cita-cita (cinta-cinta)...
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua, ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara miliaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku
Menemukanmu...
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku, padamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar