Minggu, 24 April 2011

Catatan Selama Kabur dari Tugas Organisasi

Tak terasa sudah beberapa minggu aku melarikan diri dari tanggung jawab di organisasi. Aku sangat menyadari bahwa banyak yang akhirnya tidak menyukai apa yang kulakukan. Yah, tetap dengan angkuh saya dapat bicara bahwa panas setahun dihapus hujan sehari. Semua selalu menginginkan aku tetap berperilaku perfect dan professional dalam berorganisasi, tapi satu hal yang pasti, aku juga manusia dengan berbagai macam kompleksitas masalah dan sekarang aku benar-benar seorang diri bergumul dengan masalah itu. Dan sekarang yang terjadi ialah aku di forsir habis-habisan dengan sikap cuek mereka terhadapku.
Aku merasa ada sesuatu yang hilang dari organisasi ini dan itu sudah lama terjadi dan tidak pernah ada niat untuk memperbaiki itu. Cukup lelah tapi mencoba untuk terus bertahan dan mulai membantu membenahi. Hmm… teringat nasehat yang disampaikan seorang kakak angkatan yang menyebut bahwa “kalo lelah jangan berhenti, tapi berhentilah kalo sudah sampai, ya jalan ditempat ga papa, santai juga ga papa, pasti ada hikmahnya”. Kalimat yang cukup membuat tenang dan berhasil membuat saya kabur untuk “ngadem”.
Selama kabur, banyak hal yang kudapat, kabur bukan sembarang kabur tapi kabur menemui para senior untuk berefleksi bersama. Kejenuhan pasti terjadi dalam suatu organisasi, selalu ingin dimengerti padahal tidak berusaha mengerti orang lain. Hal-hal seperti inilah yang sangat mudah memunculkan konflik internal.
Orang yang pertama dihubungi adalah senior LK yang membimbing saya secara organisasi saat menjadi Ketum SEMA FB dulu, dia sekarang sedang melanjutkan study nya di Amsterdam, jadi kami berkomunikasi lewat chatting di Facebook, sekedar curhat tentang keadaan organisasi yang saya berkecimpung di dalamnya dan meminta pendapatnya. Dia menjawab dengan gaya bahasanya yang filsafat itu sehingga membuat otakku bekerja keras untuk berpikir dan mencerna maksud dari setiap kata-katanya. Secara garis besar, saya menceritakan mengenai permasalahan yang saya dan teman-teman hadapi dalam organisasi dan satu kata yang dia kemukakan membuat saya berpikir cukup lama, “kalian harus tegar hahahaha….” Dan pada akhir diskusi, saya bilang kalo sedang kabur dan rehat sejenak dan kalimat yang dia keluarkan sungguh membuat saya bingung, “kalo begitu kamu sedang tidak berpikir”, kemudian saya bertanya kembali, “kok tidak berpikir pak? Kan saya tetap memikirkan mereka serta tugas-tugas saya dan mencoba menghubungi teman-teman yang lain untuk membantu” dan kembali dijawab dengan gaya bahasa santainya, “haha…. Kamu tidak mengerti bahasa filsafatku”. Hmmmm…. saya sampai sekarang pun tidak memahami maksud beliau, sudah berusaha bertanya pada beberapa teman dan mereka pun tidak dapat menjawab, adapun yang menjawab, tapi sama sekali tidak memuaskan hehe .
Tempat saya “ngadem” selama ini tidak jauh dari kantor organisasi itu sendiri, bertempat di lantai 3 sebuah gedung yang terletak di areal kampus UKSW, dari tempat ini saya dapat menikmati fasilitas wi-fi gratisan sekalian memandang puncak gunung Merbabu yang saat itu selalu berkabut bila di atas pukul 12.00 WIB. Dalam ruangan itu saya sungguh mendapat ketenangan, tak ada yang mengejar-ngejar tanda tangan layaknya artis hahaha…. tidak ada yang mengganggu saya untuk minta dicarikan proposalnya, dan tidak ada yang mengajak saya ngopi untuk diskusi tentang organisasi. Di tempat itu, saya bisa duduk tenang, menjelajah dunia lewat internet, facebook-an, email-emailan, chatting, nulis untuk blog, serasa surga karena sampai lupa akan tugas organisasi, tugas kuliah, pokoknya lupa segalanya kecuali lupa diri :).
Genap 1 bulan saya muncul dan menghilang, saya pikir sudah saatnya saya kembali fokus, kembali berkumpul dengan teman-teman, karena saya sudah mendapat kesadaran dan disadarkan kembali oleh diri saya sendiri bahwa sebuah organisasi perlu komunikasi dan koordinasi. Hal yang paling krusial yang tidak sengaja saya lupa yaitu pemimpin yang baik tidak akan meninggalkan anggota timnya, padahal saya memiliki anggota-anggota yang membutuhkan bantuan. Maaf teman-teman karena keangkuhan dan kesombongan pribadiku aku memilih rehat sejenak mencari ketenangan dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membayang di kepalaku tentang organisasi dan sekarang saya mencoba kembali mencari point kebersamaan itu lagi, perjuangan bersama-sama pasti akan terasa lebih ringan menyongsongnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar