Senin, 11 Maret 2013

Setiap Perjalanan Pasti Punya Cerita


Setiap perjalanan pasti punya cerita, termasuk perjalanan saya kali ini bersama para sahabat yang sudah saya anggap keluarga sendiri. Berawal dari kejenuhan kegiatan perkuliahan dan rencana thesis, kami bersepakat memerlukan refreshing sejenak. Setelah rapat angkatan, maka diputuskan untuk memilih Pantai Sundak dan beberapa lokasi wisata di Yogyakarta. Persiapan dimulai, hunting belanjaan, transport, dan perlengkapan lainnya.
Sabtu, 9 Maret 2013 pukul 06.00 WIB bersama-sama berangkat ke Pasar Kota Salatiga untuk berbelanja perlengkapan logistik, kemudian mulai mengolah beberapa makanan untuk dijadikan bekal selama perjalanan nanti. Ada beberapa kejadian lucu selama persiapan ini, mulai dari perdebatan menu sampai tragedi api yang menjulang tinggi hampir mencapai plafon ketika menggoreng ikan. Sayangnya tidak ada dokumentasi saat itu karena kejadian yang begitu cepat saking shocknya.


Kira-kira beginilah ilustrasinya
       Saat kejadian pun, ada kak Ventry yang sedang membuat sambel di sebelah dan ada dua sahabat lagi (Damar dan James) yang datang dan berdiri tepat di belakang saya, ketika api menjulang tinggi, saya sontak mundur dengan kedua tangan memegang peralatan memasak, berharap penuh agar dua orang sahabat saya itu berinisiatif untuk mematikan kompor, namun apa daya mereka malah seolah berdecak kagum serta berteriak “wow...wow...wow... keren.. masterchef... masterchef...”. yak ampun, padahal jantung saya sudah hampir mau pindah dari tempatnya, sumpah shock setengah mati (#untung gak jadi pindah ini jantung).
         Persiapan logistik sudah, pulang ke tempat masing-masing untuk mempersiapkan diri. Pukul 14.00 WIB, perjalanan dimulai, sepanjang perjalanan di mobil diisi dengan cerita-cerita seru. Pukul 16.00 WIB kami sudah memasuki kota Yogyakarta. Mulai meraba jalanan ke Wonosari, karena semua penumpang mobil belum ada yang pernah ke Pantai Sundak ini. Perjalanan berhenti sebentar untuk makan sambil beristirahat sejenak, yah sebelum singgah ke tempat makan, perdebatan kembali terjadi untuk memilih tempat makan (bayangkan saja, ada 10 orang dengan daerah asal yang beragam (Papua, Kalimantan, Tobelo, Minahasa, Ambon, Kupang, Semarang, Ambarawa), dengan selera yang berbeda-beda pula, semuanya berdebat untuk memilih mau makan apa -__-). Akhirnya diputuskan, kita semua makan Mie Ayam Baso saja hahahahhaa.....
         Perjalanan dilanjutkan, melalui Bukit Bintang, lalu memasuki kawasan Kota Wonosari, ternyata ada pasar malam yang tempat parkirnya menggunakan badan jalan, singgah sebentar untuk membeli “Arum Manis” yang begitu menggoda di pinggir jalan.
Arum Manis yang begitu menggoda J

Perjalanan jauh sambil melewati beberapa pepohonan yang sepi membuat kak Noni cukup takut dengan perjalanan ini, akhirnya diputuskan untuk bertanya dengan warga agar lebih meyakinkan. Dalam beberapa kali bertanya dengan warga, ada kejadian konyol lagi, kak Dika yang notabene duduk di depan mendampingi Damar yang menyetir mobil, bertugas untuk bertanya pada warga, dalam satu kesempatan, Kak Dika dengan gaya superhero melompat keluar mobil untuk bertanya, tiba-tiba saja kembali masuk ke dalam mobil dengan wajah memelas. Kami tentu saja kaget dan khawatir serta bertanya-tanya, kekagetan kami terjawab ketika kak Dika bilang, “Ada anjing besar sekali, pas liat kak Dika langsung berdiri dan mendekat, kak Dika takutttt.....”. Gubrakkk, sontak kami semua tertawa hahahhaha..... perjalanan terus berlanjut hingga memasuki Pantai Sundak, hal konyol lagi terjadi ketika dengan polosnya kak Dika bertanya pada penjaga parkir di pantai, “pak, ini Pantai Sundak satu-satunya kan? Gak ada pantai Sundak yang lain?”. Pak penjaga parkir tersebut menjawab dengan meyakinkan sambil tersenyum-senyum.
          Tiba di pantai, langsung menggelar tikar dan mulai memasak. Kejadian konyol kembali terjadi. Kompor yang digunakan memasak adalah kompor yang sering digunakan untuk kegiatan outdoor sehingga ukurannya kecil dan menggunakan tabung gas butane yang kecil pula, ketika angin datang, nyala api sedikit tidak stabil dan hampir mengenai tabung, kak Dika yang memasak menggunakan kompor tersebut sontak kaget karena takut tabung meledak memutuskan untuk berbalik badan mencoba berlari menghindar (padahal kami semua terdiam terpaku menunggu stabilnya nyala api, hanya kak Dika yang bereaksi). Kak Dika yang panik, mencoba bangkit untuk menghindar, namun karena pasir yang diinjak, beliau jadi agak sulit untuk bergerak cepat alhasil tersungkur dan menindih arum manis yang diletakkan di belakang kak Dika, seketika bunyi meletus membahana, kami semua terpaku pada kompor karena mengira bunyi berasal dari kompor, namun kompor baik-baik saja, akhirnya kami menyadari suara itu berasal dari kemasan arum manis yang ditindih kak Dika. Sebenarnya kami semua ingin tertawa melihat kekonyolan ini, namun melihat wajah kak Dika yang cemas serta bercucuran keringat, kami mengendalikan diri untuk tertawa, cuma memang ada satu orang atas nama James yang tidak dapat mengendalikan diri, beliau tertawa terbahak-bahak tanpa henti, langsung saja beliau dimaki-maki kak Dika, kami yang lain pura-pura sibuk ketika James dimaki, saya dan Jil pura-pura fokus memasak, Kak Ventry dan Damar seketika fokus memanggang ikan, Pak Pieter dan Mas Rumbi fokus membuat perapian, kak Noni dan Mbak Iqna tiba-tiba sibuk bersih-bersih tikar (dalam hati tertawa karena kejadian barusan dan bersyukur karena James dimaki-maki wakakkakakakak #peace mbak bro hoho).
Masak dulu... J
Buat api unggun... J
            Alam memang berpihak pada kami, langit sangat cerah, bintang bertaburan di langit, sahabat-sahabat bermain di pantai yang airnya sudah surut dan mulai mengamati rumput laut serta hewan-hewan laut. Bertukar cerita sambil menikmati kudapan dan langit yang indah, hmmm nikmatnya hidup ini J. Malam kian larut, saya memilih masuk ke dalam tenda untuk beristirahat, beberapa memilih untuk masuk ke mobil dan beberapa lainnya memilih untuk tidur beralaskan pasir pantai dan beratapkan langit berbintang. Ada beberapa kejadian konyol lagi (menurut beberapa sahabat) namun saya tidak menyaksikan karena sudah terlanjur masuk ke alam lain.
          Saya terbangun pagi-pagi dan segera keluar dari tenda untuk menunggu matahari terbit dan melukis langit dalam dunia digital, namun kenarsisan para sahabat memang tak dapat terbendung, akhirnya kamera saya lebih banyak Homo sapiens nya daripada landscape nya hahaha.... Tidak lupa saya menyaksikan teman-teman dari tenda sebelah sholat subuh berjamaah di pinggir pantai, ah indahnya pagi ini, dapat menyaksikan cara masing-masing individu menikmati alam ciptaanNya, thanks God, You are rock!!!! Setelah puas menikmati pagi, mulai bersiap untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.
Sholat subuh berjamaah....
           Perjalanan kali ini menuju kontrakan teman untuk membersihkan diri, kemudian mulai berwisata kuliner di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Saya dan Jily yang doyan berwisata kuliner tentu memilih menikmati pecel di areal Beringharjo, menyantap es Dawet, juga es Durian serta sate di areal depan Museum Benteng Vredeburg.
Pecel di areal depan Pasar Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta
Es Dawet......
Es Durian, yummy....J
Makan Sate di depan Museum Benteng Vredeburg....
          10 Maret pukul 13.30 WIB, kami mulai meninggalkan kota Yogyakarta dengan sejuta cerita di benak masing-masing. Sampai di kota Salatiga, pekerjaan sudah menanti, tidak lupa rencana untuk trip selanjutnya. Thank’s guys buat pengalaman seru kali ini. Besok-besok kemana lagi ya? Hahahahha....

# Thank’s to Jesus Christ (You are my savior), Damar, Ka Dika, Ka Noni, Mbak Iqna, Ka Ventry, Jily, James, Mas Rumbi, Pak Pit (you all rock guys!!!!)  J

4 komentar:

  1. seru seru ceritanya. hohohohohoho..
    Aku tak terbayang ada di situ - OMG- tertawa sampe rahang sakii.. hahaha
    Baru Fit, ngana foto dgn mba sapa yang pake kaca mata itam tuh? salam e.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahhahaha... ancor perjalanan kali ini, amtih perut and rahang sakiii hahaha....
      itu artis kota wonosari kak haha....

      Hapus
  2. yaahhh kamu sihhh masya nda ikutaannn... wakwkakwkakw.... asllii perjalanan yang mengasikkan dan ketawa terus bikin perut sakiitt... hahahahahaha.... wakwkakwkakkakwka

    BalasHapus
    Balasan
    1. besok bawa pregio, biar banyak yang ikut, ngakak bareng hahhahaa....

      Hapus