Kamis, 01 September 2011

My mom’s Birthday

          21 Juni, hmm…. Tanggal yang tak mungkin aku lupakan… mom ulang tahun hari ini, walau jauh di Kalimantan sana, kasih sayangnya tetap sampai ke hatiku yang ada di Salatiga, kasih sayang dan cintanya benar-benar melingkupiku. Mom selalu tidak ingin ulang tahunnya dirayakan, beliau selalu bilang, “yang penting kita semua sehat, itu sudah cukup menjadi kado buat mom” hmmm…. Love you mom...

21 Juni 2011, tahun ketiga aku tidak berada di samping mom ketika beliau berulang tahun. Bahkan mom di rumah hanya ditemani tante di rumah, mengingat papa sedang di Jakarta untuk segala macam urusan bisnisnya sedangkan aku sendiri, berkuliah di kota kecil, Salatiga. Beliau kesepian tidak ya?? Aku kangen….
Pagi, 21 Juni 2011, aku menelpon mom:
Lia       : hi mom, lagi ngapain?
Mom    : lagi nonton tv ada acara masak, Lia lagi ngapain?
Lia       : lagi siap-siap mau ke kampus mom, ada janji dengan teman, hmmmm… hari ini
  special loh mom hahahaha…..
           Mom    : hahahahaha biasa aja…. Papi juga uda telpon tadi malam  
           Lia        : Selamat ulang tahun mom, semoga panjaaaaaangggggggggg umur, sehat terusssssssssss,
                         semoga bisa beli rumah baru, mobil baru biar Lia bisa pake, uang bulanan Lia boleh nambah
                         hahahahaha……..
            Mom    : hahahaa… maunya Lia itu mah… ya ya terima kasih, Lia cepat lulus aja uda
 bagus, walau sibuk di organisasinya, tapi tetep jangan lupa tugas utamanya
 untuk belajar.
            Lia       : Gubrakkk….. Tenang mom, pasti cepat lulus!! Amin!Hahahaha.. Biar bisa studi
  lanjut wakakakakakakakkk….
Mom    : Ya ga papa kalo mau studi lanjut, tapi pake biaya sendiri lho, kan Lia uda
  dewasa, harus mandiri. Pulang kalo sempat, nanti kita bicarakan lagi, tapi pada
  dasarnya mom setuju-setuju aja kalo Lia mau studi lanjut.
Lia       : yaaaaaaa mom…. Lia bakal selesein kuliah tepat waktu (amin), cari beasiswa
  buat studi lanjut, cepat kembali buat bareng-bareng mom lagi. Tapi mom, kalo
 suatu saat mom pindah ke Salatiga, bisa kah? Kota Salatiga menyejukkan
 hehehe….
Mom    : terserah aja, mom ngikut aja, yang penting Lia bisa jaga mom nanti kalo mom
 uda tua banget hahahaha…..
Lia       : hahaha, masih lama mom, sekarang kita masih bisa mejeng bareng, peduli amat
  lah apa kata orang, yang penting kita happy hahaha……. Oke mom, uda mau ke
  kampus ini, sekali lagi Happy birthday, I love You, nanti malam Lia telpon lagi.
Mom    : oke, bye. Hati-hati di jalan, jangan lupa sarapan dulu, nanti mom aja yang
  telpon, sms kalo uda di kost.
Percakapan singkat yang sukses membuatku ingin pulang ke rumah hahahaha…….

            Mom lahir di suatu kecamatan yang terletak di Kalimantan Timur, tepatnya kecamatan Muara Kaman, Tanah hulu, tempat masyarakat dayak kutai tinggal. Kakek merupakan masyarakat perantauan (Jawa) dan Nenek merupakan penduduk asli daerah setempat sebagai keturunan Dayak Tunjung. Mom lahir sebagai anak ke tujuh dari sepuluh bersaudara, namun 3 orang saudaranya telah meninggal. Pada umurnya yang ke-15 tahun, mom memberanikan diri untuk keluar dari tanah kelahirannya menuju Banjarmasin untuk mengenyam pendidikan dan bekerja seraya tinggal di mess sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspor lampit (sejenis tikar yang terbuat dari kulit rotan) dan furniture. Dalam beberapa tahun kemudian, datang seorang pria yang lahir di Sambas, Kalimantan Barat namun besar di Jakarta, untuk mengelola perusahaan yang saat itu sedang krisis. Dengan tangan dinginnya, perusahaan tersebut kembali bergelora, perkembangannya sangat pesat hingga produksinya semakin tinggi yang memerlukan dua shift pekerja.
            Mom bekerja di bagian administrasi yang akhirnya selalu bersinggungan dengan pihak direksi. Mengingat mobilitas perusahaan yang semakin tinggi, maka intensitas pertemuan mom dengan pria tadi menjadi semakin sering. Singkat cerita, setelah 3 tahun berpacaran dengan segala suka dukanya, mom menikah dengan pria tadi. Pria inilah papi hahaha….. menikah pada 28 November 1984 dengan adat Jawa dan disaksikan oleh saksi yang berasal dari kalangan keluarga mom, papi dan orang-orang kantor.
            Setelah tujuh tahun menikah, baru dikaruniai seorang putri pada April 1991 (itulah aku :)). Usut punya usut ternyata rahim mom terlalu lemah hingga agak kesulitan memiliki anak, dan untung putri yang dilahirkan dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apa pun. Pada saat menunggu kehamilan, mom sudah tidak terhitung berapa kali harus bolak balik konsultasi dan berobat ke dokter-dokter di Bandung, Surabaya, Malang, namun malah sukses dengan dr. Soedarto, seorang dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin (tempat aku lahir).

            Setelah melahirkan, mom dengan dorongan papi berhenti berkarir untuk concern pada keluarga saja khususnya merawat anak. Sedang papi sendiri minta dipindahkan ke kota Banjarmasin bukan di Banjarbaru lagi. Sampai sekarang, mom tidak melahirkan lagi, jadilah beliau hanya memiliki seorang putri saja.

            Selama 17 tahun hanya menjadi ibu rumah tangga biasa, mengurus suami dan anak serta sesekali aktif dalam perkumpulan ibu-ibu PKK J. Pada umur 17 tahun, putrinya memutuskan untuk berkuliah di luar Kalimantan, sang suami juga selalu bolak-balik Jakarta, membuat mom mulai mencari kesibukan baru. Ya, mom sekarang mulai aktif bekerja di perusahaan Kelapa Sawit. Hmmm… mom, di setiap kesibukannya, tidak lupa ia untuk menghubungi keluarga terutama aku yang sering lupa bilang bila ada kegiatan di luar Salatiga dan Hp tidak aktif. Mom kadang menyisihkan waktu untuk mengunjungiku di Salatiga. Mom selalu ada dalam keadaan apapun. Hmm…. Tidak dapat membalas semuanya, hanya dapat berucap dalam ketulusan, “Happy Birthday Mom”, I love you :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar