Sabtu, 17 September 2011

Nostalgila gila-gilaan


10 September 2011, hummm….. aku duduk di belakang sederet dengan teman-teman fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan. Yahhh… tidak terasa 2 tahun berlalu sejak aku jadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Biologi dulu dan ini sudah kedua kalinya aku datang ke Rapat Kerja Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Biologi dengan sebagai undangan, periode lalu aku sebagai undangan dari Senat Mahasiswa Universitas (SMU), kali aku datang sebagai undangan dari Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU).
Hari ini aku duduk paling belakang bersebelahan dengan partner kerjaku di BPMU, kak Carmen Matheis. Pertama kali masuk dalam ruangan tadi, aku langsung merasakan atmosfer yang dulu pernah kurasakan dua tahun lalu, bedanya dulu aku gugup setengah mati karena baru pertama kali ikut dalam rapat kerja sebagai penanggung jawab tertinggi pula, namun sekarang aku sangat ringan melangkahkan kakiku ke dalam ruangan karena selain kali ini aku yang mengkritisi bukan yang dikritisi, aku juga seperti merasa ini momenku, momen seperti dua tahun yang lalu.
10 Oktober 2009, aku melakukan rapat kerja LKFB bersama rekan-rekan sekerjaku. Masih terekam jelas diingatanku, ketua-ketua bidangku saat itu melakukan presentasi rencana program kerja, adapun ketua-ketua bidangku saat itu adalah Tri Kurnia Kristiani Waruwu (KaBid Humanistik Skill), Teodora Gloria Destiananda (KaBid Professional Skill), Jily Gavrila Sompie (KaBid Kesejahteraan Mahasiswa). Mempertanggungjawabkan rancangan program kerja, mempertahankan konsep dan menerima banyak kritik dan masukan, hmmm hal biasa dalam rapat kerja.
Selama periode berjalan, dinamika-dinamika terus terjadi, kekecewaan, kejengkelan, kemarahan, sukacita, duka-dukaan, aku lewati bersama rekan-rekan. Persahabatan yang akhirnya pecah karena perbedaan ideology juga terpaksa aku rasakan. Sakit? Ya jawabnya, tapi mau apa lagi, posisiku saat itu menuntutku untuk tetap maju dengan menanggung segala resiko, terberat sekalipun. Kehilangan? Ya juga jawabnya, kegagalanku adalah tidak mampu memperbaikinya. Sulit rasanya, manajemen konflik yang kuterapkan dalam organisasi sama sekali tidak mampu kuterapkan dalam pribadiku, hmmm sudahlah. Bersyukur pernah terjadi konflik besar, aku tidak pernah menyesali itu, karena lebih baik seperti itu daripada melihat orang-orang datang dengan bercucuran air mata. Walau banyak yang mencaci, menyesali perbuatan yang kulakukan, aku tidak menjawab mereka, aku punya jawabannya sendiri yang toh akhirnya mereka rasakan juga, ya aku tidak pernah lupa akan nasihat, “Jangan pernah marah/ kecewa pada orang yang tidak tahu/ mengerti”.
10 September 2011, kini aku sebagai Sekretaris Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas, hadir kembali dalam rapat kerja LKFB sebagai undangan, Jily sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Biologi, memimpin rapat kerja ini bersama Tri sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Biologi, dan tidak lupa Teodora sebagai Ketua Komisi Program BPMFB sekaligus Koordinator Satgas rapat kerja ini. Hmmm…. Bertemu dalam momen yang sama namun berbeda posisi, benar-benar mencampuradukkan perasaanku saat itu. Tahun lalu ketika Titon yang menjadi ketua senat, aku sama sekali tidak merasakan atmosfer ini. Ya periode seakan de javu gitu deh hahahahaha……….
11 September 2011, pagi ini aku ke gereja, duduk di tengah-tengah jemaat, terpaku dengan tema yang diangkat pendeta adalah tentang persahabatan. Dua kakakku di samping sudah tertawa cekikik, sedangkan aku terdiam terpaku sambil termangu, tambah lagi si pendeta menyanyikan lagu yang sering digunakan kakak-kakakku ini untuk meledekku seperti biasa, “Persahabatan bagai kepompong……..” pulang dari gereja pun, kakak-kakak tiada henti-hentinya meledekku, huffftttt….. kadang ada yang tidak bisa aku ungkapkan para kakak, nasihat papi DNA juga tak mampu menembus ketebalan dinding hatiku, sulit sekali God, aku tidak tahu harus bagaimana, aku perlu waktu, bila ada yang bertanya, “berapa lama lagi fit?”, tidak tahu jawabku pasti. Bila ada yang berkata, “mumpung masih ada kesempatan fit”, “biar saja apa adanya”, itu pasti jawabku. “Biar waktu yang menjawabnya, Tuhan pasti menyediakan moment itu kelak, dan aku yakin itu”


By. Rachel Fitria
11 September 2011, 09.50 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar