Pagi hari ini aku bangun dengan suasana hati yang “aneh”. Aku tak tahu
bagaimana mendefinisikan perasaanku pagi ini. Ada kekosongan, namun ada
terselip sedikit kebahagiaan, ada juga selipan perasaan sedih, serta ada pula
selipan kerinduan. Mungkin ini karena tadi malam aku melihat dia lagi, berlari
dan menari di antara ilalang yang lembut itu. Dia bahagia sekali, tawanya
renyah, dia menyambutku dengan tangan kecilnya yang terhentang seakan ingin
memelukku. Aku bergeming, mengamatinya seakan terhipnotis dengan senyum
manisnya yang menenangkan. Sesaat kemudian aku terhenyak dan berlari ke
arahnya, kuangkat tubuhnya ke udara, membalas sambutan pelukannya,. Ketika dia
berada dalam pelukanku, seketika perasaan hangat mengalir ke sekujur tubuhku,
tenang sekali rasanya, aku rindu memeluk tubuh mungilnya, rindu kecupannya di
pipiku, rindu harum rambutnya yang lembut.
Inginku terus bersamanya, menikmati taman itu, taman ilalang namun ada
tumbuhan berbunga, hawanya sejuk sekali, cerah namun tak terik, ah betapa
nyamannya, aku ingin berada di sana... apalagi bersama dia yang selalu
menghapus laraku, memukauku dengan senyum manisnya, pelukannya yang
menenangkan, tubuh mungilnya hangat sekali.
Namun rasanya kenapa sulit sekali, kau selalu datang menjemputku.
Menjemputku untuk keluar dari tempat itu, tempat yang membuatku nyaman. Kau
selalu mengecup pipi mungilnya dan menarik tanganku keluar dari tempat itu.
Pelukanmu memang tak kalah hangat dengan pelukan tubuh mungilnya, kau selalu
mengucap kalimat yang sama ketika menjemputku. Kalimat yang selalu meluluhkanku
dan memilih ikut bersamamu. “Ayo lawan dunia bersamaku”, begitulah yang selalu
kau ucapkan.
Ouch... rasa – rasanya pagi terlalu cepat datang,
akhirnya aku kembali menghadapi dunia ini lagi, tapi hei.... kenapa di sini aku
sendiri?
eeeaaaaaa...wkkwkkwkwk
BalasHapus