Kami selalu bertegur sapa dalam
kesenyapan malam
Mengakrabi kenyinyiran angin yang
mengganggu kemesraan kami dengan embusan nakalnya
Kadang ia membisikkan kegelisahan yang
mengecupku sampai aku menelusup di balik selimut
Aku tahu, diriku bukanlah tentang
segalanya ketika dia membakarku dengan sinar matanya hingga aku mengabu tak
bersisa
Wahai, siapakah pemilik muslihat penuh
dusta ini hingga menghilangkan kedirianku, mengusikku saat mencari kedalaman
kelam pada langit malam
Aku hanya rinai hujan yang tak akan
pernah sampai padanya, pada bulan, pada bintang
Hanya
kembali pada Bumi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar