Akhir-akhir ini aku seakan dihadapkan
dengan fenomena yang berkaitan dengan pengendalian diri
Siapa yang tak heran melihat wanita
penggoda pacar/ suami orang? Pasti wanita itu terlalu mengikuti perasaannya,
lupa akan pengendalian diri.
Siapa yang tak ngiler melihat makanan
enak di depan mata, baunya yang aduhai menggugah selera, akhirnya makan
gila-gilaan sampai lupa mengendalikan diri padahal berat badan sudah memasuki
tahap obesitas.
Siapa yang tak marah saat orang yang
kau harapkan ada di sampingmu saat masa-masa sulit malah tidak ada dan kembali
datang mengganggu saat semua sudah baik-baik saja?
Siapa yang tak menangis hebat saat
orang yang amat sangat kau cintai tiba-tiba pergi meninggalkanmu yang bahkan
alasannya tak dapat diterima secara rasional maupun rasa?
Siapa yang tak kecewa ketika kamu
sudah belajar semalam suntuk untuk tes namun hasil jauh di bawah harapan?
Sampai
aku tiba pada suatu titik untuk memaafkan, menerima dan mengendalikan diri. Yah,
pengendalian itu mutlak perlu. Segala sesuatu itu punya konsekuensi. Aku memilih
untuk mengendalikan diri.
#mengendalikan
diri untuk tak berlari menujumu dan memelukmu erat karena rinduku

Ya begitu lebih baik....
BalasHapusBanyak yang tidak bisa mengendalikan diri tetapi bermimpi mengendalikan orang lain...
mungkin begitulah kak, mengendalikan diri sendiri dulu baru bisa mmencoba mengendalikan orang lain... proses belajar
BalasHapus"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi BUKAN segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi BUKAN segala sesuatu membangun. -1Korintus10:23-
BalasHapus-- saya tidak bisa mengontrol kekecewaan karena berasal dari impact luar (sebagaimanapun kita berusaha menyenangkan orang pasti ada yg tersakiti), saya tidak bisa mengontrol kesedihan saya karena saya hanya manusia, saya tidak bisa menolak kegagalan krn memang begitulah kenyataan yg ada didunia, kita tidak bisa lari dari semua itu, yg bisa kita lakukan adalah “Bagaimana kita akan hidup dan tetap mengejar kebahagiaan kita saat semuanya tidak terjadi sesuai yg kita inginkan”
http://dennysumargo.blogdetik.com/2011/07/11/let-me-introduce-you-iman/