Minggu, 27 Januari 2013

Rasa Sayang yang diekspresikan (Keliru)


Masih terngiang di telinga tentang kasus kekerasan yang dilakukan Eza Gionino pada sang kekasih Ardina Rasti. Linangan air mata mengalir dari keduanya, sang wanita tampak sekali menyesali hubungan percintaannya yang berujung tragis, sang pria juga seperti menyesali perbuatan yang dilakukan. Hmmm.... dalam rekaman handphone yang digunakan sang wanita saat merekam perbuatan kekerasan yang dilakukan sang pria, terdengar bahwa si pria melakukan hal (kekerasan) itu karena rasa sayangnya pada si wanita, bermaksud agar si wanita lebih baik lagi. Itulah bentuk ekspresi sayang (katanya) yang ditunjukkan si pria untuk wanitanya.
Beberapa waktu lalu, saya juga dikejutkan dengan berita rujuknya Rihanna dan Chris Brown. Padahal pada tahun 2009 lalu, sangat heboh diberitakan mengenai kasus penganiayaan fisik yang dilakukan Brown terhadap Riri. Riri juga mengungkapkan bahwa pada saat terjadi penganiayaan tersebut, ia tidak mengenali sorot mata Brown yang kerapkali mengucap “I love you” padanya. Yah, can you imagine? Bagaimana mungkin anda menyakiti orang yang anda sayang dan cintai itu sampai babak belur, lebam dan berdarah-darah seperti itu? Huufftt.... I can’t imagine, confused!!!
Kemudian coba kita berpindah dari kasus-kasus kekerasan fisik, beralih ke Katy Perry yang pernah menikah dengan Russel Brand, kemudian pernikahan yang seumur jagung (14 bulan) itu berakhir dengan perceraian. Padahal begitu romantis mereka dulu. Russel Brand yang terkenal dengan image playboy tiba-tiba bertekuk lutut pada Katy bahkan memutuskan untuk menikah. Bahkan yang membuat banyak wanita di seantero dunia ini mengatakan “so sweet” adalah ketika Russel dengan lugas mengungkapkan, “selama ini saya kira saya tidak bisa setia, tetapi itu hanya karena belum ada wanita yang tepat, dia(katy)lah yang selama ini saya cari”. Menikah dengan adat India Hindu, suasana yang begitu romantis, namun 14 bulan kemudian berakhir di Pengadilan untuk bercerai. What the hell!!!
Jujur saja, sekarang mungkin saya orang yang cukup skeptis bahkan cenderung apatis sama yang namanya cinta-cintaan antara sejoli. Ketika melihat romantisme sepasang kekasih yang baru jadian, mungkin orang lain akan berkata “aduhhh romantisnya, pengen deh kayak gitu, kayaknya mereka cocok, langgeng pasti”, saya hanya berucap “yah, biar waktu yang menguji keromantisan mereka itu, bakal terus tetap bahkan bertambah atau malah memudar sejalan dengan waktu”.
Saya pernah menjalani kisah cinta-cintaan beberapa kali, di antaranya ada yang pernah menyakiti saya secara fisik. Kami pernah bertengkar hebat dan dia mendorong tubuh saya membentur tembok dan punggung saya amat nyeri saat itu karena pernah mengalami kecelakaan beberapa tahun silam. Dia bilang semua itu dilakukan karena sayang sama saya -.-“. Saya juga pernah ngobrol dengan pacar (sekarang mantan) saat itu, karena dia pernah menyakiti mantannya. Dia pernah menyakiti mantannya secara fisik juga psikis dan nyaris berurusan dengan kepolisian, dan setelah saya tanya mengapa dia melakukan itu, tahu apa jawabannya? “KARENA AKU SAYANG AMA DIA”... What??!!!
Saya betul-betul bingung dan tidak mengerti saat itu, saya sulit memahami mengapa orang dapat berlaku demikian pada orang yang disayang. Kadang yang tidak rasional adalah gimana caranya melepaskan orang yang kita sayang untuk bersama orang lain, trus ada gitu yang bilang “aku bahagia bila kamu bahagia dan bahagiamu adalah bersama dirinya”, yakin loe?? Ngeliat orang yang kamu sayang jalan ama cewek atau cowok lain terus kamu bahagia gitu, menurut saya kok itu bullshit banget yak. Oke baiklah, salah satu mantan saya pernah bilang gak semua bisa disikapi dengan rasionalitas, karena cinta dan sayang itu masalah rasa (haisssyaahhhh -.-“).
Melihat Eza dan Ardina dulu waktu baru jadian, wuidih indah bener tuh kayaknya, photo-photo mesra bertebaran dimana-mana, oh baiklah mengingat perkataan seseorang dulu untuk saya “cinta itu harus diekspresikan”. Tapi sekarang? Keduanya ‘baku hantam’ di pengadilan, kalo dulu berbalas-balasan pesan penuh cinta sekarang malah berbalas-balasan caci maki. Terus Russel dan Katy, yang dulu begitu pamer kemesraan berdua, mengumbar kata-kata mesra di media massa, lah sekarang? Pas Katy lagi makan malam di restoran, pas ngeliat mantan suaminya masuk ke restoran yang sama malah sibuk sembunyi di kolong meja karena takut ketemu dan terlihat sang mantan. Nah loh??
Mungkin kisah Rihanna dan Chris lah yang unik, nampak sekali kalau Riri sangat menyayangi itu Chris. (Aduh Brown, lu bodok amat seh masalah relationship ginian). Bayangin Riri ampe babak belur ampe wajah bentuknya gak keruan gitu namun masih bisa memaafkan dan merasa kehilangan. Yah orang bilang “cinta itu memafkan alias mengampuni”. Saya mengerti perasaanmu Riri, but move on please! You deserve the best for your life. Lu liat gak siy, itu cowok lu lagi dugem ama cewek-cewek trus mesra-mesraan ama mantannya lagi, oh my gosh.... tapi salutlah untuk cintamu yang begitu kuat bagi Brown (prok...prok...prok...#standingapplause).
Sampai suatu ketika, alkisah ada sebuah film yang diangkat dari novel kisah nyata, kisah percintaan antara Ainun-Habibie yang aduhai begitu romantisnya. Ini nih yang namanya cinta. Cinta itu satu paket! Paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang. Namun kisah percintaan Habibie-Ainun jarang sekali memang walau bukan berarti tak ada sama sekali. Dari semua kisah, ya itu dia, cinta itu mengampuni, apapun yang terjadi pasti dimaafkan kalau itu cinta (sayang). Maaf itu gratis, namun tetap punya konsekuensi. Dan please ekspresikanlah rasa sayangmu dengan benar, biar tidak ada lagi yang tersakiti atas nama cinta.

#untukmu yang selalu bilang “in cruce salus”, aku memaafkanmu dan aku tahu kau memaafkanku dan aku mencintaimu.

5 komentar:

  1. semoga ada kiriman indah dari sang Ilahi berisi seseorang yg bisa mengekspresikan rasa kasihnya dgn tepat, Lalu kita juga mempersiapkan diri unk memilikinya :)

    BalasHapus
  2. hehe asyik cara bertuturnya. Bisa ngebayangin peristiwanya. Tiap orang ya memang bisa beda ya cara mengekspresikan cinta. Saya tidak mengerti aja kalau mukul pacar atau istri atas nama cita. Gak percaya karena saya tidak pernah melakukannya.

    Bagi saya, kalau benar-benar cinta ya gak mungkin menyakiti. Marah, mungkin ya. Tapi tidak sampai menyakiti secara fisik apalagi melukai perasaan. Kalau sampai menyakiti, itu artinya menuntut pacar harus begini harus begitu. Padahal, bagi saya lagi nih, cinta beneran bukan menuntut tapi memahami, memberi, mengorbankan keinginan sendiri demi sang pacar atau istri atau suami. Lha kalau dua pihak begitu, kan harmonis dan messsssssraaaaa banget.

    Gitu rachel menurut saya. Trims sudah berbagi cerita ya.

    BalasHapus
  3. @mruhulessin: kiriman itu pasti datang hoho....

    BalasHapus
  4. @om Yos: itulah, seperti yang saya ungkapkan om,saya sulit memahami mengapa orang dapat berlaku demikian pada orang yang disayang... mungkin karena dia lebih ke arah menuntut bukan cinta yang sebenarnya (seperti yang om ungkapkan)

    BalasHapus
  5. Klo denger/baca tentang pacaran yang ngga bener kadang bikin merinding sendiri..hahaha...untung udah ketemu solusinya ;p http://rephh.blogspot.com/2012/09/cowok-limited-edition.html

    nonton Habibie Ainun aku malah tersepona ma sosok Bu Ainun nya..hahaha..kaya wanita amsal 31 ngga sih??:pp aaaaaaaa..i wish in the day I a become a wife bisa kaya bu Ainun yah :D :D

    BalasHapus