Masih terngiang di
telinga tentang kasus kekerasan yang dilakukan Eza Gionino pada sang kekasih
Ardina Rasti. Linangan air mata mengalir dari keduanya, sang wanita tampak
sekali menyesali hubungan percintaannya yang berujung tragis, sang pria juga
seperti menyesali perbuatan yang dilakukan. Hmmm.... dalam rekaman handphone
yang digunakan sang wanita saat merekam perbuatan kekerasan yang dilakukan sang
pria, terdengar bahwa si pria melakukan hal (kekerasan) itu karena rasa
sayangnya pada si wanita, bermaksud agar si wanita lebih baik lagi. Itulah bentuk
ekspresi sayang (katanya) yang ditunjukkan si pria untuk wanitanya.
Beberapa waktu lalu,
saya juga dikejutkan dengan berita rujuknya Rihanna dan Chris Brown. Padahal pada
tahun 2009 lalu, sangat heboh diberitakan mengenai kasus penganiayaan fisik
yang dilakukan Brown terhadap Riri. Riri juga mengungkapkan bahwa pada saat
terjadi penganiayaan tersebut, ia tidak mengenali sorot mata Brown yang
kerapkali mengucap “I love you”
padanya. Yah, can you imagine? Bagaimana
mungkin anda menyakiti orang yang anda sayang dan cintai itu sampai babak
belur, lebam dan berdarah-darah seperti itu? Huufftt.... I can’t imagine, confused!!!
Kemudian coba kita
berpindah dari kasus-kasus kekerasan fisik, beralih ke Katy Perry yang pernah
menikah dengan Russel Brand, kemudian pernikahan yang seumur jagung (14 bulan)
itu berakhir dengan perceraian. Padahal begitu romantis mereka dulu. Russel Brand
yang terkenal dengan image playboy
tiba-tiba bertekuk lutut pada Katy bahkan memutuskan untuk menikah. Bahkan yang
membuat banyak wanita di seantero dunia ini mengatakan “so sweet” adalah ketika Russel dengan lugas mengungkapkan, “selama
ini saya kira saya tidak bisa setia, tetapi itu hanya karena belum ada wanita
yang tepat, dia(katy)lah yang selama ini saya cari”. Menikah dengan adat India
Hindu, suasana yang begitu romantis, namun 14 bulan kemudian berakhir di
Pengadilan untuk bercerai. What the
hell!!!
Jujur saja, sekarang mungkin
saya orang yang cukup skeptis bahkan cenderung apatis sama yang namanya
cinta-cintaan antara sejoli. Ketika melihat romantisme sepasang kekasih yang
baru jadian, mungkin orang lain akan berkata “aduhhh romantisnya, pengen deh
kayak gitu, kayaknya mereka cocok, langgeng pasti”, saya hanya berucap “yah,
biar waktu yang menguji keromantisan mereka itu, bakal terus tetap bahkan
bertambah atau malah memudar sejalan dengan waktu”.
Saya pernah menjalani
kisah cinta-cintaan beberapa kali, di antaranya ada yang pernah menyakiti saya
secara fisik. Kami pernah bertengkar hebat dan dia mendorong tubuh saya
membentur tembok dan punggung saya amat nyeri saat itu karena pernah mengalami
kecelakaan beberapa tahun silam. Dia bilang semua itu dilakukan karena sayang
sama saya -.-“. Saya juga pernah ngobrol dengan pacar (sekarang mantan) saat
itu, karena dia pernah menyakiti mantannya. Dia pernah menyakiti mantannya
secara fisik juga psikis dan nyaris berurusan dengan kepolisian, dan setelah
saya tanya mengapa dia melakukan itu, tahu apa jawabannya? “KARENA AKU SAYANG
AMA DIA”... What??!!!
Saya betul-betul
bingung dan tidak mengerti saat itu, saya sulit memahami mengapa orang dapat
berlaku demikian pada orang yang disayang. Kadang yang tidak rasional adalah
gimana caranya melepaskan orang yang kita sayang untuk bersama orang lain, trus
ada gitu yang bilang “aku bahagia bila kamu bahagia dan bahagiamu adalah
bersama dirinya”, yakin loe?? Ngeliat orang yang kamu sayang jalan ama cewek
atau cowok lain terus kamu bahagia gitu, menurut saya kok itu bullshit banget yak. Oke baiklah, salah
satu mantan saya pernah bilang gak semua bisa disikapi dengan rasionalitas,
karena cinta dan sayang itu masalah rasa (haisssyaahhhh -.-“).
Melihat Eza dan
Ardina dulu waktu baru jadian, wuidih indah bener tuh kayaknya, photo-photo
mesra bertebaran dimana-mana, oh baiklah mengingat perkataan seseorang dulu
untuk saya “cinta itu harus diekspresikan”. Tapi sekarang? Keduanya ‘baku
hantam’ di pengadilan, kalo dulu berbalas-balasan pesan penuh cinta sekarang
malah berbalas-balasan caci maki. Terus Russel dan Katy, yang dulu begitu pamer
kemesraan berdua, mengumbar kata-kata mesra di media massa, lah sekarang? Pas Katy
lagi makan malam di restoran, pas ngeliat mantan suaminya masuk ke restoran
yang sama malah sibuk sembunyi di kolong meja karena takut ketemu dan terlihat
sang mantan. Nah loh??
Mungkin kisah Rihanna
dan Chris lah yang unik, nampak sekali kalau Riri sangat menyayangi itu Chris.
(Aduh Brown, lu bodok amat seh masalah relationship
ginian). Bayangin Riri ampe babak belur ampe wajah bentuknya gak keruan gitu
namun masih bisa memaafkan dan merasa kehilangan. Yah orang bilang “cinta itu
memafkan alias mengampuni”. Saya mengerti perasaanmu Riri, but move on please! You deserve the best for your life. Lu liat gak
siy, itu cowok lu lagi dugem ama cewek-cewek trus mesra-mesraan ama mantannya
lagi, oh my gosh.... tapi salutlah untuk cintamu yang begitu kuat bagi Brown (prok...prok...prok...#standingapplause).
Sampai suatu ketika,
alkisah ada sebuah film yang diangkat dari novel kisah nyata, kisah percintaan
antara Ainun-Habibie yang aduhai begitu romantisnya. Ini nih yang namanya
cinta. Cinta itu satu paket! Paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk
merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk
akal bagi seseorang. Namun kisah percintaan Habibie-Ainun jarang sekali memang
walau bukan berarti tak ada sama sekali. Dari semua kisah, ya itu dia, cinta
itu mengampuni, apapun yang terjadi pasti dimaafkan kalau itu cinta (sayang).
Maaf itu gratis, namun tetap punya konsekuensi. Dan please ekspresikanlah rasa sayangmu dengan benar, biar tidak ada
lagi yang tersakiti atas nama cinta.
#untukmu yang selalu bilang “in cruce salus”,
aku memaafkanmu dan aku tahu kau memaafkanku dan aku mencintaimu.

semoga ada kiriman indah dari sang Ilahi berisi seseorang yg bisa mengekspresikan rasa kasihnya dgn tepat, Lalu kita juga mempersiapkan diri unk memilikinya :)
BalasHapushehe asyik cara bertuturnya. Bisa ngebayangin peristiwanya. Tiap orang ya memang bisa beda ya cara mengekspresikan cinta. Saya tidak mengerti aja kalau mukul pacar atau istri atas nama cita. Gak percaya karena saya tidak pernah melakukannya.
BalasHapusBagi saya, kalau benar-benar cinta ya gak mungkin menyakiti. Marah, mungkin ya. Tapi tidak sampai menyakiti secara fisik apalagi melukai perasaan. Kalau sampai menyakiti, itu artinya menuntut pacar harus begini harus begitu. Padahal, bagi saya lagi nih, cinta beneran bukan menuntut tapi memahami, memberi, mengorbankan keinginan sendiri demi sang pacar atau istri atau suami. Lha kalau dua pihak begitu, kan harmonis dan messsssssraaaaa banget.
Gitu rachel menurut saya. Trims sudah berbagi cerita ya.
@mruhulessin: kiriman itu pasti datang hoho....
BalasHapus@om Yos: itulah, seperti yang saya ungkapkan om,saya sulit memahami mengapa orang dapat berlaku demikian pada orang yang disayang... mungkin karena dia lebih ke arah menuntut bukan cinta yang sebenarnya (seperti yang om ungkapkan)
BalasHapusKlo denger/baca tentang pacaran yang ngga bener kadang bikin merinding sendiri..hahaha...untung udah ketemu solusinya ;p http://rephh.blogspot.com/2012/09/cowok-limited-edition.html
BalasHapusnonton Habibie Ainun aku malah tersepona ma sosok Bu Ainun nya..hahaha..kaya wanita amsal 31 ngga sih??:pp aaaaaaaa..i wish in the day I a become a wife bisa kaya bu Ainun yah :D :D