Selasa, 27 Mei 2014

Beautiful Gift for my Birthday

Hai Fit, 
Aku akan memulai tulisan ini dengan sebuah penggalan puisi yang kutulis dengan seorang teman, saat ulang tahun kami berdua, tahun lalu.
"Waktu adalah penjara dimana semua yang ada telah terjerumus dan tidak pernah bisa lolos hidup-hidup."
Bagaimana hari2mu setelah bertambah umur Fit? Semoga tetap bahagia walau sebenarnya waktu kita hidup semakin berkurang. :) 
Well, sebenarnya setelah diminta membuat tulisan aku ingin sekali menyelesaikannya. Tapi kebiasaan buruk menghampiriku, yaitu menunda-nunda. Ah, sungguh buruk. Semoga kamu disana tidak sedang menunda mengerjakan sesuatu Fit. Semakin kita menunda, semakin banyak waktu untuk membuat alasan mengapa kita menunda. Misalnya saja, dalam dunia tulis menulis populer istilah "writers block" yang diartikan hambatan menulis. Alasannya, ya tidak mood, tidak punya waktu, lupa (ah pantas ini disebut alasan?) dan sebagainya dan sebagainya. Padahal sebenarnya kita bisa menyelesaikannya kalau mau. Tapi kadang waktu untuk menyelesaikan tanggung jawab dan komitmen terasa sangat berat ketimbang waktu untuk leyeh-leyeh dan bersosialisasi gak penting. Setelah kupikir-pikir tak ada yg namanya writer block, yang ada hanya malas. haha.
Bagaimana kabar diusia yang baru? Kabar hati, kepala, kaki, jiwa? Kaki tidak kepala dan kepala di kaki kan Fit??? Kita semua sedang berperang Fit. Berperang melawan penjara abadi yang namanya waktu. Seperti halnya semua peperangan, kita butuh berjuang, butuh pengorbanan untk mencapai garis finish. Pertanyaankah sudah siapkah kita berkorban lebih banyak dari yang sekarang? Mampukah kita pada akhirnya bertahan dalam perang yang sepertinya tak pernah berkahir ini? Jawabannya kita masing-masing yang tahu. Menyerah kadang adalah baik, kadang juga tidak. Dan untuk lebih baik, bukan kah kita harus berani berjuang lebih?
Aku sengaja tak ingin mempublishnya diblog karena ini adalah hadiah pribadi yang harus kamu nikmati sendiri awalnya. Ya kalau mau dibagi-bagikan setelah ini ya gpp. It's yours.
Ah, tulisan ini terlalu serius ya? Haha. Padahal aku menulisnya sambil minum teh hangat yang  manis lalu tersenyum juga manis. Dalam peperangan hidup ini, jangan lupa selipkan tawa ya. ANGGAPLAH patah hati dan terluka juga sebagai humor. Sungguh kita tak akan terlalu terluka. 
Seperti tahun lalu, tahun inipun aku tak bisa memeluk langsung dan mengucap selamat ultah. Tapi pelukan lewat doa jauh lebih berarti kan? Semoga ada kesempatan dan kita bisa segera berjumpa Fit. Arungilah peperangan hidup ini dengan berani. JANGAN takut, apalagi sama pak F****. haha. Putuskanlah segala sesuatu dengan kepala dingin. Jangan terburu-buru, jangan juga terlalu lama. Tenang saja, ada Tuhan yang selalu menjaga dimanapun kita berada. :D
Selamat ulang tahun ade manis. Nikmatilah hidup sepenuh-penuhnya. Menulislah selagi bisa. Membacalah selagi ada kesempataan. Maaf jika tulisan ini baru bisa kamu baca sekarang. Kata orang-orang, sesuatu ada waktunya. Tapi bukankah semua waktu selalu tepat? Waktu tidak pernah menunggu sejatinya. 

Peluk Cium dari Jauh
K" Acha


Tidak ada komentar:

Posting Komentar