“‘Rindu
itu adalah seonggok pisau. Ketika kau menggenggamnya, sisi tajamnya akan
mengiris. Serpihan yang tertinggal kala ia menghujaniku dengan kata-kata
sederhana, menoreh-noreh hatiku”
Ruang-ruang kian
redup dengan perlahan
Gelap merayap dan
serangga-serangga berpesta
Aku berlari mencari
terang
Namun kutukan ini
menghempaskanku dalam lorong sunyi
Masihkah rinduku
bersarang pada kamar putih itu?
Ini adalah mimpi
Untuk yang beranjak lapuk dimakan waktu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar