Sabtu, 16 Februari 2013

Kenangan Itu Datang Lagi


Hari ini diawali dengan kurang baik... yahhh.... memakan duren secara berlebihan itu memang gak baik. Berawal dari ajakan babe untuk menghabiskan seluruh duren yang beliau beli (walau akhirnya kami tak sanggup menghabiskannya). Esok paginya harus berkutat dengan obat sakit perut. Malam sebelumnya tak dapat tidur karena panas perut yang mendera. Pokoknya rasanya sungguh cetar membahana, melilit-lilit gak jelas.
Janji pagi ini terpaksa saya batalkan karena kondisi tubuh yang dinilai sudah tidak memungkinkan untuk aktifitas fisik di pagi hari. Akhirnya terpaksa berkutat dengan ramuan-ramuan penetralisir perut. Kemudian datang sms dari pembimbing yang mempertanyakan mengenai tugas review, segera setelah perut agak membaik, meluncur untuk bertapa di perpustakaan untuk memperoleh wangsit.
Hari semakin siang, laparrrrr..... menghubungi kakak cantik untuk menemani makan siang ini. Berakhir di kafe kampus untuk mengganjal perut. Sambil makan siang membicarakan agenda selanjutnya, akhirnya diputuskan untuk ke rumah eyang narto dalam rangka sungkeman. Ketiban berkat yang cetar membahana karena hujan deras mulai turun, akhirnya berteduh di Ramayana.
Sambil menunggu hujan agak reda, mulai berjalan melihat-lihat sambil ngobrol dengan kakak saya. Hmmm... tiba pada satu titik, yaaa aku ingat kamu lagi.... tiba-tiba bayanganmu muncul lagi, siluet wajahmu yang saat itu sedang menangis, menangisi kita. Aku bilang bahwa ku sudah tak punya apa-apa lagi, kau bilang juga kan tak punya apapun. Pelukan hangat sesudahnya yang tak pernah kulupa. Kenapa bayangan ini datang lagi? Aku lelah.... tapi seluruh organ dan perasaanku tak ingin diajak kompromi. Mereka semua berkoalisi untuk memusuhiku. Aku susah payah mengendalikannya, namun sulit sekali. Semua serempak dan bersepakat untuk selalu membawa bayangmu dalam pikiranku.
Aku lelah sayang, aku lelah.... Adakah yang dapat menarik semua memoriku tentangmu? Namun ada satu bagian kecil di diri ini yang sangat kuat mempertahankannya. Aku tak berdaya melawannya. Hujan reda dan mulai berjalan ke rumah eyang dengan kepala yang dipenuhi bayangmu. Hingga tiba pada suatu pernyataan eyang narto, “kapan menikah?” Pertanyaan yang membuatku terdiam sesaat, aku melirik ke kakak di sebelah yang nampaknya juga sempat terdiam mendengar pertanyaan itu. Aku teringat lagi semua ucapan-ucapanmu waktu dulu. Ah kenapa hari ini alam semesta mempermainkanku. Alam seakan mengejekku dan membawaku dalam suatu dimensi yang semuanya berisi tentang kamu. Ya, hanya kamu.
Aku sungguh tak tahu bagaimana mengendalikan ini semua, kakak berkata, waktu yang akan menyembuhkan dan mengajari caranya untuk merelakan. Tapi kapan? Aku lelah berkutat dengan diriku sendiri. Aku selalu kehabisan energi, energi untuk mengendalikan diriku sendiri. Biarlah malam ini aku sendiri lagi, aku tak ingin mengeluarkan energiku untuk mengendalikan diri. Aku biarkan tubuh, emosi dan perasaaanku malam ini untuk dikuasai oleh bayangan-bayanganmu. Biar kamu puas!!! Kamu menang malam ini, kamu menang!! Dan aku yang tak terkendali malam ini ingin berkata, aku itu mencintaimu, kamu tahu gak sih?! Aku tuh mencintaimu tanpa batas saat ini., bahkan aku mencintai kejelekanmu. Aku mencintaimu dengan amat sangat. Aku ingin bilang bahwa kamu itu buta huruf! Biar kamu puas bahwa malam ini aku tak ingin mengendalikan diri. Biar lepas semua begitu saja, apa adanya.



"It matters not who you love, where you love, why you love, when you love or how you love, it matters only that you love” (John Lennon)

#Hujan mengalirkan rinduku padamu, semoga kau mampu membaca perasaanku

2 komentar:

  1. wah yang ingat mantan nieehh... heheheh

    yang jelas saran dari ku sih, km memang harus merelakan dan membuat hatimu utuh kembali untuk siap menerima cinta yang baru dan yang akan datang menghampirimu,,,

    karena hati yang tdk utuh ketika cinta baru itu datang tetap saja hanya masa lalu yang terus km akan lihat,,, hoho

    tap prosesnya lama sih bener2 kudu bisa melepas dan merelakan.. wkwkwk (dulu aku 1th lhooo) hahahahahah...
    proses laaaaaaaahhh.. hahha
    God bless

    BalasHapus
  2. kapan nikah? sumpeh pengen nyemplung ke akuariumnya eyang,,
    Tairis kita pe hatiii

    BalasHapus