Rabu, 26 Desember 2012

Menerbitkan Matahari


Aku duduk di depan jendela kamar rawatku
Menatap langit yang beranjak kelabu
Senja yang tak biasa, tak ada jingga senja kali ini
Jingga yang biasa redup, namun memancarkan semangat
Hari ini kelabu saja, seperti berduka, seolah tak ada fajar esok hari
Ah, bukan tak ada, ia ada!!
Hanya awan-awan itu terlalu bandel menyembunyikannya
Seolah ia sedang merayuku, lalu berkata “berduka saja fitri, teteskan air matamu”
Keluarkan desakan dalam dadamu sampai surut dukamu
Lalu tegakkan kepalamu!
Hapus air mata yang tersisa di pipimu!
Lalu, lihatlah langit, lihat dengan cermat
Lihat! Ada seberkas cahaya yang menyiramimu dengan harapan
Untuk melanjutkan hari
Sampai senja nanti menyisakan jingga
Tanda matahari esok pagi bersinar cemerlang
Menyemai hidup yang akan terus berlanjut


3 komentar:

  1. kenapa harus berduka? bila ceria itu ada
    kenapa kelabu? bila terang itu selalu memancarkan cahayanya...
    Life is choice annd you're chosen to be child of God.

    BalasHapus
  2. hehe... I'm a child of God :)
    itulah seni hidup... kadang harus sedih, kadang harus bahagia.. buatlah pelangi dalam hidupmu...

    BalasHapus
  3. yooiii cooii nah oleh karena itu... Tetap semangat aja walau badai menghadang, ingatlah ku kan selalu setiaa menjagamuu,,,, hahaaha

    BalasHapus